ALLAH YANG TERUTAMA


Kisah Para Rasul 5 : 26-33


26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka. 27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, 28 katanya: ”Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.” 29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: ”Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. 30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. 31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. 32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.” 33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.




Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, para rasul bukan berasal dari latar belakang kehidupan yang wow. Mereka hanyalah orang-orang biasa yang menerima curahan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Roh Kudus itulah yang telah mengubah karakter, kepribadian dan mentalitas mereka menjadi luar biasa. Akibatnya banyak yang merasa iri dan tidak suka pada mereka, sehingga mencari-cari cara untuk menangkap dan memenjarakan para rasul. Keadaan tersebut tidak membuat para rasul mundur dan takut. Bahkan di hadapan Mahkamah Agama, ketika mereka diadili karena terus menerus memberitakan kebenaran Injil Yesus Kristus kepada semua orang, Rasul Petrus dan rasul-rasul yang lain dengan sepenuh hati berkata, “Kita harus lebih takut kepada Allah daripada kepada manusia” (ay.29). Mengapa mereka sangat berani? Karena para rasul yakin, Allah pasti menolong. Para rasul mengutamakan Allah dalam hidup mereka.


Sobat Teruna, untuk menjadi pribadi luar biasa dibutuhkan; usaha, kerja keras, ketaatan, kesetiaan, keteguhan hati dan kemauan untuk terus menerus belajar menjadi remaja Kristen yang kreatif, inovatif dan produktif. Dasar melakukan semuanya itu adalah mengutamakan Allah dalam hidup ini agar hati dan pikiran kita terarah pada kebenaran firman-Nya. Keberhasilan dikatakan berhasil apabila dilakukan dengan benar, bersaing sesuai cara yang sehat dan menghasilkan sesuatu yang bernilai serta dapat memberikan kehidupan bagi orang lain. Sebaliknya, keberhasilan akan menjadi kegagalan apabila diraih dengan cara yang curang, penuh iri dan niat jahat serta berusaha menjatuhkan sesama menggunakan berbagai cara.


Sobat Teruna, jangan takut meraih cita-cita di masa depan. Walaupun ada tantangan dan tekanan yang dihadapi saat ini, belajarlah dari iman dan keberanian para rasul. Kuncinya adalah mengutamakan Allah dalam hidup kita. (EJRZ)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Roh Kudus, tolong aku agar lebih taat dan takut kepada-Mu daripada terhadap manusia, tantangan maupun tekanan hidup.