ALLAHKU, KEMULIAN-MU TETAP UNTUK SELAMA-LAMANYA!


MAZMUR 104: 31-32


31 Biarlah kemuliaan Tuhan tetap untuk selama-lamanya,

biarlah Tuhan bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!

32 Dia yang memandang bumi sehingga bergentar,

yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna terkasih, tahun 2020 telah kita lewati 2 minggu yang lalu. Kita meninggalkan tahun itu dengan pengalaman yang beragam. Ada pengalaman berjalan bersama Kristus, dan memegang tangan-Nya begitu erat. Namun demikian, ada pula pengalaman terjatuh. Sobat Teruna, mari kita napak tilas sejenak. Ketika hidup kita berkelimpahan, maka mudah sekali untuk mengucap syukur. Ketika bumi mencukupkan semua yang kita inginkan, tubuh sehat, uang jajan tidak dikurangi orangtua, semua teman-teman berbuat baik, pasti mudah sekali mengatakan, bahwa Allah memelihara kita dengan luar biasa. Bagaimana kalau semua itu tidak kita alami? Bagaimana kalau kita hidup dalam masa-masa ketakutan? Bagaimana kalau saat hidup dalam kekurangan, tidak ada satu orang pun yang mengingat penderitaan kita? Apakah kita masih bisa mengatakan, bahwa Allah memelihara dengan luar biasa?


Biarlah kemuliaan Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Biarlah Tuhan bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya. Benar, kemuliaan Allah tetap untuk selama-lamanya, bukan tergantung kondisi. Melalui segala sukacita, kegembiraan, dukacita, kesedihan, kelimpahan dan kekurangan; hendaklah kemuliaan Tuhan tetap terpancar melalui seluruh perkataan, tindak-tanduk dan pikiran kita. Apakah itu mudah? Tentu tidak! Namun demikian, ketika menyadari, bahwa kita yang kecil berhadapan dengan Allah yang Mahabesar, yang peduli, yang telah melakukan banyak perbuatan ajaib, tentu ada perasaan gentar untuk melukai hati-Nya yang lembut. Ia memandang bumi dan membuatnya bergentar. Ia menyentuh gunung-gunung, sehingga berasap. Memasuki minggu ke-dua bulan Januari 2021, mari isi hari-hari ke depan dengan meyakini, bahwa masa depan kita sedang disiapkan oleh Allah. Dengan demikian, kita terus bersorak-sorai menikmati setiap proses pemeliharaan-Nya dan meyakini, bahwa kemuliaan Allah tetap untuk selama-lamanya. (LLS)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Mulia, Engkau sungguh mulia, ya Allah Pencipta. Kepada-Mu segala kemuliaan diberikan. Allahku, kemuliaan-Mu tetap untuk selama-lamanya.