ANAK TUHAN TIDAK “PHP”


2 Raja-Raja 12 : 1-8


1 Dalam tahun ketujuh zaman Yehu, Yoas menjadi raja dan empat puluh tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Zibya, dari Bersyeba. 2 Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia. 3 Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan. Bangsa itu masih mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit itu. 4 Berkatalah Yoas kepada para imam: ”Segala uang yang dibawa ke dalam rumah Tuhan sebagai persembahan kudus, yakni uang masuk untuk pencatatan jiwa, uang tebusan jiwa menurut penilaian yang berlaku untuk seseorang, dan segala uang yang dibawa ke dalam rumah Tuhan karena dorongan hati seseorang, 5 baiklah para imam sendiri menerimanya, masing-masing dari kenalannya, dan memakainya untuk memperbaiki yang rusak pada rumah itu, di mana saja terdapat kerusakan.”

6 Tetapi dalam tahun kedua puluh tiga zaman raja Yoas para imam belum juga memperbaiki kerusakan rumah itu. 7 Sebab itu raja Yoas memanggil imam Yoyada, dan imam-imam lain serta berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu tidak perbaiki kerusakan rumah itu? Maka sekarang, tidak boleh lagi kamu menerima uang dari kenalan-kenalanmu, tetapi serahkanlah itu untuk memperbaiki kerusakan rumah itu.” 8 Lalu setujulah para imam itu untuk tidak menerima uang dari rakyat, tetapi mereka pun tidak usah lagi memperbaiki kerusakan rumah itu.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, sepertinya istilah “PHP” alias Pemberi Harapan Palsu tidaklah asing di telinga kita. Orang yang suka “PHP” sering terlihat antusias, bersemangat, menggebu-gebu di awal, seolah-olah sangat serius, tetapi ternyata di tengah perjalanan menghilang tanpa alasan yang jelas. Mereka suka menebar janji atau membangun harapan, tetapi tidak bermaksud secara serius menuntaskan apa yang sudah dikatakan atau dibangun di awal. Kalau sudah menjadi habit, kebiasaan “PHP” bisa dia lakukan pada siapa saja. Jangan-jangan dia mengira, Tuhan juga bisa di-“PHP”-in ya?


Yoas, raja Yehuda, memerintah selama empat puluh tahun sejak ia berusia tujuh tahun. Beberapa raja sebelumnya melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Yoas tidaklah demikian. Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, dengan catatan, selama imam Yoyada masih hidup. Catatan lainnya adalah bahwa Yoas membiarkan rakyat Yehuda melakukan pemberian korban di bukit-bukit pengorbanan. Renovasi rumah Tuhan yang dicanangkannya pun tidak berjalan karena tak diawasinya. Ia pun terkesan menyetujui saja ketika para imam tidak lagi terlibat dalam upaya perbaikan rumah Tuhan. Yoas terkesan baik di awal, tetapi tidak konsisten menjalankannya. Ia yang diharapkan bisa membawa perubahan, malah memupuskan harapan tersebut.


Sobat Teruna, sebagai anak Tuhan kita tentu jauh dari kebiasaan suka memberi harapan palsu kepada teman, guru dan orang tua. Perkataan-perkataan kita harus selaras dengan tindakan-tindakan tentunya. Setiap kita adalah anak Tuhan yang konsisten dan sepenuh hati menjalankan peran, tugas dan tanggung jawab di tengah relasi keluarga, pendidikan, pergaulan dan spiritualitas sehari-hari. Kita adalah anak-anak Tuhan yang sepenuh hati dan setia mempersembahkan seluruh langkah kehidupan ini senantiasa bagi kemuliaan nama-Nya. (DNU)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong ajarkan aku untuk selalu konsisten dalam kata dan Tindakan agar dapat menjadi pribadi yang bisa diandalkan.