ARAHKANLAH HATI DAN PIKIRAN KEPADA KRISTUS


Filipi 3 : 12-14


12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. 13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Kita mengenal Paulus dan bagaimana latar belakangnya. Ketika masih menjadi cendekiawan Yahudi, ia bertindak sangat radikal sehingga menindas dan menghilangkan nyawa para pengikut Kristus. Itulah perbuatan Paulus. Namun ketika ia “ditangkap” oleh Kristus menjadi rasul-Nya, Paulus mengatakan “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku…” (ayat 13). Artinya, Paulus tidak lagi mengingat masa lalunya. Ia mengarahkan pandangannya pada kehidupan yang sedang dijalaninya. Maksudnya kehidupan di dalam Kristus dan melayani-Nya. Itulah tujuan hidupnya kini.


Sobat Teruna, setiap orang tanpa terkecuali memiliki masa lalu, yang baik maupun yang tidak baik. Ada yang dapat melupakan masa lalunya. Sebaliknya ada juga yang hidup dengan dihantui masa lalunya. Maksudnya hidup dalam trauma masa lalu. Contohnya, seseorang yang ketika masih anak-anak sering dipukuli orang tuanya dengan gulungan koran, ketika dewasa setiap kali ia melihat orang memegang gulungan koran, dia langsung terduduk lemas sambil menangis dan memohon ampun. Ia meminta agar tidak dipukul. Kondisi inilah yang akan terus menerus menghantui hidupnya.


Sobat Teruna, mencontoh kehidupan Paulus, belajarlah untuk membebaskan diri dari trauma masa lalu. Jangan biarkan diri kita tenggelam di dalam masa lalu. Yakinlah bahwa Tuhan Yesus telah mengampuni masa lalu kita. Karena itu, kita pun harus belajar untuk mengampuni masa lalu. Ambilah pelajaran dari semua hal yang telah terjadi agar kita dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Tuhan Yesus tentu berkehendak agar kita mengarahkan hati dan pikiran ke depan, yaitu kepada kehidupan yang memuliakan-Nya.(EJRZ).



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong mampukanlah hati dan pikiranku untuk melepaskan kepahitan di masa lalu sehingga aku dapat menikmati indahnya hidup di dalam-Mu.