top of page

BANYAK MASALAH? TETAP SETIA



 

Ayub 9 : 21 - 28


21 Aku tidak bersalah! Aku tidak pedulikan diriku, aku tidak hiraukan hidupku! 22 Semuanya itu sama saja, itulah sebabnya aku berkata: yang tidak bersalah dan yang bersalah kedua-duanya dibinasakan-Nya. 23 Bila cemeti-Nya membunuh dengan tiba-tiba, Ia mengolok-olok keputusasaan orang yang tidak bersalah. 24 Bumi telah diserahkan ke dalam tangan orang fasik, dan mata para hakimnya telah ditutup-Nya; kalau bukan oleh Dia, oleh siapa lagi? 25 Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada seorang pelari, lenyap tanpa melihat bahagia, 26 meluncur lewat laksana perahu dari pandan, seperti rajawali yang menyambar mangsanya. 27 Bila aku berpikir: Aku hendak melupakan keluh kesahku, mengubah air mukaku, dan bergembira, 28 maka takutlah aku kepada segala kesusahanku; aku tahu, bahwa Engkau tidak akan menganggap aku tidak bersalah.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


 


Sobat teruna, jika seseorang mengalami kemalangan seperti yang dialami oleh Ayub, seperti kehilangan kekayaan sehingga miskin, mengalami bencana sehingga anggota keluarga meninggal dunia, mendapatkan penyakit yang sulit sembuh dalam waktu yang lama, ada yang beranggapan bahwa orang tersebut telah melakukan dosa/kejahatan sehingga menerima hukuman dari Allah(berupa penderitaan/masalah). Apakah Sobat Teruna juga memiliki pemahaman yang sama seperti itu ketika bertemu dengan orang-orang yang mengalami kondisi seperti yang disebutkan di atas?


Sobat teruna, dalam bacaan kita ini juga diceritakan perasaan Ayub:la merasa sedih, merasa tidak bersalah (ay. 21) dan ia tidak tahukenapa Tuhan mengijinkan peristiwa yang tidak mengenakkan terjadi dalam hidupnya. Ayub merasa hari-hari yang dilaluinya berisi pengalaman yang tidak menyenangkan (ay. 25). Ayub mencoba

untuk gembira, senang menjalani hidupnya dan melupakan penderitaannya, tetapi kesengsaraannya sangat menyiksa (ay. 27).Ayub merasa Tuhan sedang menuduhnya bersalah. Walaupundemikian, Ayub tetap mengakui dan tunduk pada kedaulatan Tuhan.

la tetap setia dan taat pada Tuhan. Ayub sangat berharap Tuhan akan berhenti menghukumnya (ay. 34)


Sobat teruna, mencintai Tuhan, taat dan setia pada Tuhan, kita lakukan bukan hanya ketika senang, sukses, gembira dan hal-hal baik lainnya yang kita alami. Taat dan setia kepada Tuhan, tetap menjadi prinsip hidup kita, sekalipun ada banyak tantangan, masalah dan pergumulan. Kita tahu dan percaya, bahwa Tuhan tahu keadaan kita dan selalu ada untuk kita. Ia bukan tidak peduli, Ia bukan acuh, sebaliknya la menguatkan kita, supaya kita tetap dapat bertahan menjalani hidup, walaupun ada penderitaan. Tak pernah Ia meninggalkan kita dalam masalah dan pergumulan hidup yang kita

alami. VF/ep




 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

" Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu hari ini, Ajarlah aku agar tetap taat dan setia, walaupun dalam situasi yang tidak menyenangkan"

bottom of page