top of page

BAPTISAN ORANG PERCAYA



 

Lukas 3 : 21-22

21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit 22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: ”Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, Yesus Kristus adalah Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia. Kedatangan-Nya di tengah-tengah manusia dan dunia yang berdosa adalah untuk menyelamatkan semua ciptaan. Ketika Yohanes Pembaptis berseru kepada orang banyak untuk bertobat dengan cara dibaptiskan dalam sungai Yordan, Yesus Kristus pun masuk ke sungai Yordan sebagai simbol bahwa Ia membawa seluruh dosa manusia dalam diri-Nya untuk ditebus. Jadi bukan karena Yesus Kristus berdosa, sehingga Ia dibaptiskan. Melalui peristiwa baptisan Yesus Kristus, janji keselamatan bagi manusia dan semua ciptaan diperbarui.


Peristiwa penting dalam pembaptisan Yesus Kristus adalah suara Allah Bapa yang berseru, “Inilah Anak-Ku yang Ku kasihi, kepada-Nya-lah Aku berkenan.” Melalui suara itu, Allah Bapa meneguhkan Yesus Kristus sebagai Mesias, Juruselamat bagi dunia yang dijanjikan sejak dari jaman para nabi. Pernyataan Allah Bapa itu juga ditandai dengan turunnya Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas diri Yesus Kristus. Dengan suara itu, Allah Bapa telah menunjukkan siapa yang harus manusia percaya untuk menyelamatkan semua ciptaan-Nya sehingga tidak lagi berada dalam kuasa dosa yang mematikan.


Sobat Teruna, Sakramen Baptisan adalah tanda bahwa kita telah menerima anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus. Ketika kita menerima baptisan, itu adalah wujud ketaatan terhadap amanat Yesus Kristus kepada para murid-Nya bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya haruslah dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Matius 28:19). Kita yang telah menerima Sakramen Baptisan harus senantiasa mengingat anugerah keselamatan dari Allah. Jangan sekali-kali kita mengabaikan anugerah itu dengan hidup dalam kesia-siaan. Selamat merayakan anugerah keselamatan Allah di hari Natal ke dua. Soli Deo Gloria. (DSAB)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Ya Allah Bapa, aku bersyukur atas keselamatan yang Engkau anugerahkan melalui Allah Anak, yaitu Yesus Kristus. Aku mohon bimbingan Allah Roh Kudus agar dapat menjadi teruna yang tidak menyia-nyiakan anugerah keselamatan-Mu.


bottom of page