BELAJAR DARI SARUNG TANGAN


Ezra 3: 1-3


1 Ketika tiba bulan yang ketujuh, setelah orang Israel menetap di kota-kotanya, maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di Yerusalem. 2 Maka mulailah Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudaranya, para imam itu, dan Zerubabel bin Sealtiel beserta saudara-saudaranya membangun mezbah Allah Israel untuk mempersembahkan korban bakaran di atasnya, sesuai dengan yang ada tertulis dalam kitab Taurat Musa, abdi Allah. 3 Mereka mendirikan mezbah itu di tempatnya semula, sungguhpun mereka ketakutan terhadap penduduk negeri, lalu mereka mempersembahkan di atasnya korban bakaran kepada Tuhan, korban bakaran waktu pagi dan waktu petang.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, tentu pernah melihat dan menggunakan sarung tangan. Seperti yang Sobat Teruna ketahui bahwa sarung tangan akan benar-benar berguna ketika kita memasukkan tangan ke dalamnya. Namun demikian, ketika kita menarik tangan keluar, sarung tangan tidak dapat melakukan apa-apa dan menjadi tak berguna. Meskipun kita meneriaki dan memarahi bahkan mencoba mengajari sarung tangan untuk mengerjakan sesuatu, itu pun akan menjadi sia-sia. Sarung tangan tidak dapat melakukan apapun sendiri bahkan pekerjaan yang kecil sekalipun. Sarung tangan hanya mengerjakan apa yang dikerjakan dan diinginkan tangan. Tanpa ada tangan di dalamnya, sarung tangan hanya kain biasa yang tidak berguna. Dengan demikian, benarlah ungkapan yang menyatakan: “Kenakanlah sarung tangan dan lihatlah bagaimana sarung tangan dapat melakukan ini dan itu.


Sobat Teruna, kehidupan manusia pun bagaikan sarung tangan dan Allah adalah “tangannya.” Sebagai manusia harus menyadari bahwa tanpa Allah kita tidak dapat melakukan apapun. Kesadaran inilah yang dimiliki oleh Zerubabel bersama dengan orang-orang Israel yang kembali dari pembuangan. Itulah sebabnya pada bulan yang ketujuh mereka berkumpul di Yerusalem, mendirikan mezbah di tempatnya semula dan mempersembahkan korban bagi Allah. Ritual ini sengaja dilakukan paling awal karena melaluinya Zerubabel dan orang Israel memohon agar tangan Allah memberkati dan memampukan mereka untuk membangun kembali Bait Suci.


Sobat Teruna, kita semua adalah “sarung tangan” di tangan Allah. Oleh karena itu, berdoalah, mintalah, agar Allah “sang tangan” senantiasa memasukkan tangan-Nya dalam “sarung tangan kita” (baca: kehidupan kita). Niscaya bersama dengan Allah kita mampu melakukan banyak hal yang mendatangkan kebaikan dan berkat bagi diri sendiri, orang lain dan kemuliaan nama-Nya. (SL)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan, mohon jadikanlah aku seperti sarung tangan yang berguna di tangan-Mu agar setiap hal yang ‘kulakukan selalu mendatangkan kebaikan dan berkat.