"BELAS KASIH TUHAN YANG MEMULIHKAN"



 

Yoel 2 : 23-27


23 Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. 24 Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak. 25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.26 Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.27 Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya."


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, di awal tahun 2020 ketika pertama kali penyebaran virus Cov-19, banyak yang berpendapat bahwa pandemi ini hanya sebentar saja. Paling lambat hanya satu tahun setelah Vaksin ditemukan. Ternyata keliru. Sudah dua tahun ini, pandemi masih menjadi bagian hidup kita. Pemulihan dampak Cov-19 ternyata begitu lama dari yang diperkirakan. Namun bukan berarti kita harus kehilangan harapan, bukan? Sebaiknya, sebagai anak-anak Tuhan, kita tetap harus mempunyai pengharapan bahwa kondisi pandemi ini akan berakhir dalam pemulihan.


Sobat Teruna, satu-satunya dasar pengharapan pada pemulihan adalah Tuhan saja. Firman Tuhan pada nabi Yoel menegaskan hal itu. Kehancuran yang dialami oleh umat Israel tidak akan mengurangi sifat Tuhan yang penuh belas kasih. Sifat belas kasih Tuhan selalu menghadirkan pemulihan bagi umat-Nya. Ia akan mengembalikan rasa percaya diri umat-Nya dengan memulihkan keadaan umat-Nya (ay.27). Kondisi pemulihan digambarkan dengan keberlimpahan berkat jasmani (ay 26). Akan tetapi, Sobat Teruna, keberlimpahan bukanlah tujuan dari belas kasihan Tuhan. Tujuan yang benar dari pengharapan kepada Tuhan bukan mendapatkan apa yang kita mau melainkan apa yang Tuhan mau. Maunya Tuhan adalah sebuah pengakuan yang tak tergoyahkan bahwa susah atau senang, Dia tetap TUHAN yang tidak akan dapat digantikan oleh apapun.


Sobat Teruna, kita belum mendapatkan informasi yang pasti, kapan pandemi ini akan berlalu. Tetapi yang pasti buat kita, Tuhan kita tidak akan pernah berlalu. Belas kasih-Nya akan menolong kita tetap teguh berpengharapan bahwa pemulihan akan menjadi bagian hidup setiap anak-anak Tuhan. Karena itu, marilah mulai dari diri kita sendiri untuk tetap percaya kepada Tuhan dan tidak berpaling daripada-Nya. HTT


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Doa: Bapa, tolonglah aku supaya tetap setia berharap bahwa pada kuasa-Mu sajalah pemulih bangsa dan negara-ku.