BERANDAL AKUT



 

Maleakhi 3 : 13 - 15


13 Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman Tuhan. Tetapi kamu berkata: ”Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?” 14 Kamu berkata: ”Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan Tuhan semesta alam? 15 Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga.”


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Film Raid 2 “Berandal” yang dibintangi oleh Iko Uwais sungguh membuat bangga dunia perfilman Indonesia. Pasalnya film ini digadang-gadang sebagai salah satu karya sinema tanah air ber-genre action terbaik yang pernah ada. Sesuai judulnya, film ini memang bercerita tentang upaya perwira polisi bernama Rama (Iko Uwais) menumpas kejahatan para “berandal” yang dikepalai oleh Bejo (Alex Abbad). Kata berandal sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna : orang yang tidak menuruti peraturan yang berlaku, pengacau, dan perampok.


Umat Israel dapat dikatakan sebagai berandal. Bahkan berandal akut, karena sikap kurang ajar yang ditunjukkannya kepada Tuhan (ayat 13). Berani-beraninya mereka mengatakan bahwa ibadah kepada-Nya adalah suatu yang sia-sia (ayat 14). Bahkan dengan nada sedikit meremehkan mereka katakan berbahagialah orang yang gegabah. Orang-orang fasik yang mencobai Allahpun akan terluput juga (ayat 15).


Banyak orang masa kini berpikiran pendek seperti orang Israel di atas. Mereka merasa sama saja menjadi orang yang taat atau berandal. Tetap saja ada orang alim yang hidup susah, sebaliknya banyak orang bejat yang hidup bahagia. Pertanyaannya bentuk kebahagian seperti apa yang mereka dapatkan?


Sobat teruna, Allah tidak pernah menjanjikan hidup kita selalu mulus. Namun jaminan yang pasti adalah Tuhan tidak akan penah meninggalkan kita sendiri. Pasang dan surut, suka dan duka, manis dan pahit kehidupan adalah bagian dari proses yang harus dijalani anak-anak Tuhan untuk tetap berada di dalam lingkaran anugerah-Nya. Yang perlu kita lakukan hanyalah bersyukur karena ada di bawah kendali Sang pencipta yang Maha Agung. Dia yang menjamin kemenangan atas segala pergumulan hidup kita. Sudahkah kita bersyukur hari ini? (VS)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:

Ajar kami untuk mampu bersyukur di setiap keadaan, dari situlah kami dapat melihat wujud karya Tuhan dengan lebih nyata.