top of page

BERANI KARENA BENAR



 

Kejadian 44 : 6-13

6 Ketika sampai kepada mereka, diberitakannyalah kepada mereka perkataan Yusuf itu. 7 Jawab mereka kepadanya: "Mengapa tuanku mengatakan perkataan yang demikian? Jauhlah dari pada hamba-hambamu ini untuk berbuat begitu! 8 Bukankah uang yang kami dapati di dalam mulut karung kami telah kami bawa kembali kepadamu dari tanah Kanaan? Masakan kami mencuri emas atau perak dari rumah tuanmu? 9 Pada siapa dari hamba-hambamu ini kedapatan piala itu, biarlah ia mati, juga kami ini akan menjadi budak tuanku." 10 Sesudah itu berkatalah ia: "Ya, usulmu itu baik; tetapi pada siapa kedapatan piala itu, hanya dialah yang akan menjadi budakku dan kamu yang lain itu akan bebas dari salah." 11 Lalu segeralah mereka masing-masing menurunkan karungnya ke tanah dan masing-masing membuka karungnya. 12 Dan kepala rumah itu memeriksanya dengan teliti; ia mulai dengan yang sulung sampai kepada yang bungsu; maka kedapatanlah piala itu dalam karung Benyamin. 13 Lalu mereka mengoyakkan jubahnya dan masing-masing memuati keledainya, dan mereka kembali ke kota.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, ada sebuah peribahasa yang berbunyi: “Berani karena benar, takut karena salah.” Peribahasa ini memiliki makna bahwa seseorang berani melakukan suatu tindakan karena berada di pihak yang benar, dan sebaliknya. Contohnya, apabila di kelas ada seorang teman yang kehilangan barang berharga, kalau tidak mengambil barang tersebut, maka kita akan merasa tenang dan tak ada beban. Itu karena mengetahui bahwa diri kita benar.


Dalam bacaan Alkitab hari ini, kepala rumah Yusuf menyampaikan kepada saudara-saudara Yusuf yang saat itu hendak kembali ke tanah Kanaan bahwa piala Yusuf telah hilang. Piala Yusuf merupakan barang yang sangat berharga. Piala itu dipakai untuk minum. Piala itu juga digunakan untuk menelaah/menafsirkan mimpi. Yusuf merancang seolah-olah piala itu “dicuri” lalu diletakkan di karung milik Benyamin. Namun karena saudara-saudara Yusuf merasa tidak mengambil piala tersebut, mereka berani menyanggah apa yang disampaikan oleh kepala rumah Yusuf. Saudara-saudara Yusud berusaha meyakinkannya bahwa mereka jauh dari perbuatan tercela tersebut. Saudara-saudara Yusuf menjelaskan juga sudah mengembalikan uang yang dulu terdapat di mulut karung mereka sebagai tanda kejujuran. Saudara-saudara Yusuf bahkan juga siap mati dan menjadi budak, apabila piala itu ada pada mereka.


Sobat Teruna, hari ini kita belajar bahwa melakukan hal yang benar akan membuat diri sendiri bukan hanya tenang menghadapi segala sesuatu, tetapi juga berani untuk membela hal yang benar. Hal tersebut dapat diwujudkan selama kita sungguh-sungguh mau belajar memahami firman Tuhan setiap hari, sebab firman Tuhan yang dibaca dan direnungkan sungguh-sungguh akan menuntun serta memperlengkapi kita menjadi pribadi yang mengerti kebenaran juga berani melakukan apa yang benar. (DNU)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Ya Tuhan, mohon jadikanlah aku sebagai anak-Mu yang bertumbuh dalam kebenaran firman-Mu dan berani melakukan apa yang benar.

bottom of page