BERIBADAHLAH SENANTIASA KEPADA ALLAH


 

Kejadian 35: 1-8

1 Allah berfirman kepada Yakub: ”Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu.” 2 Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: ”Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. 3 Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.” 4 Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem. 5 Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.

6 Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan – yaitu Betel –, ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia. 7 Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya. 8 Ketika Debora, inang pengasuh Ribka, mati, dikuburkanlah ia di sebelah hilir Betel di bawah pohon besar, yang dinamai orang: Pohon Besar Penangisan.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


 


Allah memberikan perintah kepada Yakub untuk melanjutkan perjalanan hingga sampai tujuan, yaitu tempat tinggalnya. Ia berfirman, "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ dan buatlah di situ mezbah bagi Allah…" (ay.1). Menarik untuk kita simak bahwa Yakub diperintahkan untuk tinggal dan membuat mezbah, tempat pemujaan kepada Allah. Betel terletak di jalan yang menuju ke Yerusalem, Betlehem dan Hebron. Yakub sudah lama tidak datang ke tempat itu. Sekarang ia harus mendirikan mezbah di tempat itu, seperti Abraham dalam perjalanannya yang panjang menuju ke Palestina.


Yakub pernah hadir di sana dan telah mendirikan sebuah massébâ, yakni tumpukan batu, sesudah pengalamannya yang tidak dapat dilupakan dengan Allah, ketika dia melarikan diri dari abangnya untuk menuju ke Haran. Kedatangan kembali ke Betel ini tentu meliputi penyerahan hidupnya sepenuhnya kepada Allah. Ia telah mengabaikan tempat itu yang menggambarkan kehidupan rohani yang sangat sepi. Ia mempersiapkan diri untuk menuju Betel. Yakub memerintahkan seluruh keluarganya ‘menjauhkan’ dewa-dewa asing dari tengah-tengah mereka, lalu membersihkan diri dan ‘kembali pada Jalan Allah’ (ay.2). Kemudian keluarga Yakub berangkat dalam ziarah menuju ke Betel. Penduduk di daerah-daerah yang dilalui dalam perjalanan, menyaksikan kedahsyatan Allah yang melindungi Yakub dan keluarganya. Orang-orang tersebut tidak mengganggu rombongan keluarga tersebut. Lalu sampailah Yakub dan keluarganya di Betel. Kemudian ia mendirikan sebuah mezbah yang dinamakannya El-Betel (ay.7). Artinya, Allah dari rumah Allah.


Sobat Teruna, orang Kristen pun sama, akan disertai Allah dalam hari-hari kehidupannya. Karena itu, mari serahkanlah diri kita dalam naungan kasih Allah. Jangan mengandalkan kuasa-kuasa dunia ini. Beribadahlah senantiasa kepada Allah dalam nama Tuhan Yesus. (AMM)



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Allah, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, aku mau menyerahkan perjalanan hidupku, khususnya sepanjang tahun ini ke dalam pimpinan dan penyertaan-Mu, serta senantiasa beribadah hanya kepada-Mu.