BERKARYA MENYONGSONG PERUBAHAN


Matius 27 : 57-61


57 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. 58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. 59 Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, 60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. 61 Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Hari ini dalam kalender gerejawi GPIB disebut Sabtu Teduh. Sabtu teduh adalah hari Sabat atau hari perhentian. Sabtu teduh merupakan hari istirahat karena tubuh Yesus ada di dalam kubur. Umat menantikan karya perubahan yang sedang Tuhan kerjakan. Kematian berganti kehidupan, kesedihan berubah menjadi sukacita kemenangan pada hari Paskah nanti.


Sebelum hal itu terjadi, ada yang dilakukan oleh para pengikut Yesus. Adalah seorang yang bernama Yusuf (dari kota kecil Arimatea) yang memberikan kubur untuk meletakkan tubuh Yesus yang wafat di kayu salib. Ketakutannya pada orang-orang Yahudi sirna (Yoh. 19:38) oleh dorongan hatinya yang ingin memberikan penghormatan terbaik untuk Yesus. Ia membungkus tubuh Yesus dengan kain yang dibuat dari rami halus dan kuat (linen), berwarna putih juga bersih. Lalu membaringkan mayat Yesus di dalam kubur-Nya yang baru. Setelah menutup kubur tersebut dengan sebuah batu besar, pergilah ia. Tidak demikian dengan Maria Magdalena dan Maria yang lain, mereka tetap tinggal di depan kubur itu.

Sobat Teruna, kadang kala dalam suatu peristiwa yang menyedihkan, kita hanya bisa terdiam, tertegun dan menunggu apa yang selanjutnya akan terjadi. Dari Yusuf (orang Arimatea) kita belajar untuk melakukan sesuatu yang sewajarnya dan berguna, dengan kualitas terbaik yang dimiliki. Kesedihan ataupun kedukaan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berkarya dan memberikan yang terbaik kepada Tuhan maupun orang lain. Orang percaya bahkan diajarkan untuk tetap bersyukur di tengah-tengah kedukaan sekalipun. Karena kita tidak pernah tahu, apa yang sedang Tuhan kerjakan di balik duka yang diijinkan-Nya terjadi. Yang pasti kita percaya bahwa ada kemenangan iman di balik pergumulan yang dihadapi bersama Kristus. (YRLJ)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong aku untuk terus berkarya dengan kualitas terbaik, sambil menyongsong perubahan ke arah kemajuan yang sedang Engkau persiapkan.