BERSAMA GPIB MELAYANI TUHAN



 

Wahyu 2 : 1-7

1 ”Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus:

Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. 2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.

7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat:

Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, Firman Tuhan hari ini menceritakan tentang jemaat di Efesus yang rajin, pekerja keras, tekun, sabar menderita dan memiliki keberanian untuk menyatakan sikap menolak para guru palsu serta ajarannya. Namun di tengah nilai-nilai positif tersebut, ada beberapa catatan kritis yang mengoreksi sekaligus menegur kehidupan dan gaya hidup jemaat di Efesus. Firman Tuhan, “Aku mencela engkau, karena Engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula…, betapa dalamnya engkau telah jatuh!” (Ay. 4-5). Jemaat di Efesus telah berubah dan meninggalkan kasih yang semula, yaitu kesederhanaan, kemurnian dan ketulusan yang ditujukan kepada Tuhan Yesus.


Bagaimana dengan kita sebagai teruna-teruna GPIB? Hari ini Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) berusia 73 tahun dalam perjalanan pelayanan sebagai gereja TUHAN, yang dihadirkan di tengah persekutuan, pelayanan dan kesaksian bersama di tengah bangsa Indonesia. 73 tahun merupakan usia pelayanan yang cukup panjang dengan berbagai pengalaman iman yang dialami dalam pemenuhan panggilan dan pengutusan dari Tuhan Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja.


Di usia pelayanan GPIB yang ke 73 tahun ini, sudahkah kita menyatakan kasih yang sepenuhnya kepada Tuhan Yesus? Marilah, kita sebagai anggota Persekutuan Teruna GPIB, tetap menyatakan kasih kepada Tuhan Yesus. Apa pun yang kita perbuat dalam kebenaran, lakukanlah itu seperti untuk Tuhan Yesus (Kolose 3:23). Tetaplah rajin beribadah dalam Ibadah Hari Minggu Persekutuan Teruna (IHMPT) GPIB, tekunlah belajar, bersemangat melakukan ajaran dan perintah Tuhan Yesus. Karena itu semua adalah bukti komitmen kita dalam mengasihi Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian, dari hari ke hari, kita semakin bertumbuh dalam iman dan dapat terus membangun pelayanan bersama di GPIB. (RJMW)



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, mohon jadikanlah aku pribadi yang senantiasa bertekun dan sungguh-sungguh dalam mengasihi-Mu, serta bersedia memberi diri sepenuhnya untuk melayani-Mu.