top of page

“BERSAMA SEBAGAI ANGGOTA KELUARGA ALLAH”



 

Efesus 2: 17-20


17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ”jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang ”dekat”, 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Nirwan adalah seorang Kristen yang menjadi pengungsi dari Suriah. Ia berhasil tiba di Jerman dan ditampung di salah satu keluarga. Semula ia mengalami kesulitan beradaptasi. Namun, keluarga itu selalu membantu dan mendampinginya dengan sabar. Hingga akhirnya Nirwan merasa dirinya sudah diterima sebagai bagian yang utuh dari keluarga tersebut, bukan lagi sebagai orang asing dan pendatang.


Dalam bacaan ini Rasul Paulus melanjutkan penjelasannya tentang hidup yang dipersatukan Kristus. Orang-orang Kristen bukan Yahudi diterima dalam keberadaan yang sama dengan orang-orang Kristen Yahudi. Tidak ada lagi yang menjadi orang asing atau pendatang, namun kini telah bersama-sama menjadi kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Hal ini penting ditekankan Rasul Paulus di tengah ancaman perpecahan yang dihadapi Jemaat Efesus. Perpecahan tentu bukan hal yang menguntungkan bagi kesaksian tentang Kristus. Rasul Paulus mengingatkan untuk menjaga keutuhan dengan mengingat kebersamaan sebagai bagian dari keluarga Allah.


Sobat Teruna, kita mungkin pernah mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan ketika hidup dalam persekutuan bersama dengan teman-teman seiman. Barangkali ada tutur kata atau sikap mereka yang tidak berkenan di hati kita. Akibatnya kita pernah berpikir untuk mundur dari persekutuan atau pelayanan yang kita berikan. Di sini kita diajak merenungkan arti panggilan Tuhan yang telah memanggil kita untuk berkumpul bersama dalam suatu keluargaNya yang besar. Ketika ada saudara seiman yang mengecewakan hati, maka ingatlah akan panggilan Tuhan itu. Tuhan adalah alasan kita sehingga masuk dalam keluarga Allah ini. Tuhan-lah yang telah menerima keberadaan kita. Bukan sebaliknya. Sebab itu mari kita bangun sukacita dalam kehidupan bersama di tengah persekutuan ini demi memuliakan namaNya. RAJ

 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Doa: “Ya Tuhan ajarlah aku untuk tetap setia dalam kebersamaan di tengah persekutuan dan pelayanan di mana aku berada.”


Comments


bottom of page