top of page

BERSUNGUT-SUNGUT TIDAK MENYELESAIKAN PERSOALAN



 

Keluaran 16 : 6-8

6 Sesudah itu berkatalah Musa dan Harun kepada seluruh orang Israel: ”Petang ini kamu akan mengetahui bahwa Tuhanlah yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir. 7 Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan Tuhan, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?” 8 Lagi kata Musa: ”Jika memang Tuhan yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena Tuhan telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya – apalah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada Tuhan.”


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Niko mengeluh kepada ayahnya mengapa mereka harus pindah ke luar kota. Menurutnya, tempat tinggal yang baru tersebut kecil dan akses menuju ke sekolah amat jauh. Ayahnya mencoba menghiburnya. Ayahnya menjelaskan bahwa semua terjadi di luar kendali mereka. Perusahaan tempat ayahnya dulu bekerja melakukan pengurangan karyawan karena pandemi global. Ayahnya lalu mencari pekerjaan baru dan memperolehnya. Sekalipun sekarang ayahnya bekerja di kantor yang jaraknya jauh dan mereka harus pindah tempat tinggal, semua harus disyukuri. Ayah masih memperoleh pendapatan untuk kehidupan mereka sehari-hari.


Sobat Teruna, Bangsa Israel sering bersungut-sungut atas tantangan dan rintangan yang dihadapi pasca keluar dari Mesir menuju Kanaan. Setelah ketiadaan air teratasi, kini mereka protes kepada Musa karena tidak ada makanan. Mereka lapar dan meminta Musa bertanggung jawab menyediakan makanan. Musa mencoba menjelaskan bahwa semua peristiwa ada dalam kendali Tuhan. Ia hanya alat yang dipakai Tuhan untuk mengoordinasikan semua hal dalam rangka pembebasan Bangsa Israel dari tempat perbudakan menuju ke tanah perjanjian. Musa yakin, Tuhan akan memenuhi kebutuhan umat-Nya. Pada ayat selanjutnya diceritakan bahwa benar Tuhan memberikan makanan kepada umat-Nya pada waktu pagi dan petang.

Sobat Teruna, terkadang kita pun mudah melakukan protes atau bersungut-sungut kepada orang tua maupun orang lain. Padahal mereka hanyalah manusia yang sama dengan kita. Artinya, pada suatu waktu kita bisa sama-sama tidak dapat mengendalikan keadaan, bila sesuatu yang tak diharapkan terjadi dalam kehidupan ini. Namun demikian, ada hal yang bisa kita lakukan bersama-sama, yaitu bersyukur dan berdoa. Jangan bersungut-sungut karena itu tidak menyelesaikan persoalan. Berusahalah dan percayalah, Tuhan sanggup dan bersedia menolong kita! (MPS)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan, mohon ajarilah aku untuk tidak bersungut-sungut, tetapi mensyukuri hidup ini sebagai anugerah-Mu.

Comments


bottom of page