BERSYUKUR ATAS KASIH TUHAN



 

Yesaya 43 : 20-23

20 Binatang hutan akan memuliakan Aku,

serigala dan burung unta,

sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun

dan sungai-sungai di padang belantara,

untuk memberi minum umat pilihan-Ku;

21 umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”

22 ”Sungguh, engkau tidak memanggil Aku, hai Yakub,

dan engkau tidak bersusah-susah karena Aku, hai Israel.

23 Engkau tidak membawa domba korban bakaranmu bagi-Ku,

dan tidak memuliakan Aku dengan korban sembelihanmu.

Aku tidak memberati engkau dengan menuntut korban sajian

atau menyusahi engkau dengan menuntut kemenyan.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, ada sebuah pepatah lama yang berbunyi ada udang di balik batu. Artinya, ada maksud tersembunyi di balik perbuatan seseorang. Hampir semua manusia mempunyai tujuan atau maksud tertentu saat melakukan kebaikan. Contohnya, orangtua akan memberikan uang untuk jajan kepada anaknya, jika si anak menuruti perintah mereka. Sang anak akan menuruti orangtuanya selama ia mengetahui bahwa mereka akan memberikan uang jajan. Pertanyaannya, apakah kebaikan Tuhan kepada manusia itu ada syaratnya?


Sobat Teruna, pembacaan Alkitab hari ini merupakan nubuat Nabi Yesaya kepada bangsa Israel. Nubuat berarti kata-kata Tuhan yang dititipkan kepada utusan-Nya, yaitu Nabi Yesaya. Ketika bangsa Israel sedang berada dalam pembuangan di Babel, tampaknya mereka mengikuti gaya beribadah bangsa Babel. Bagi bangsa Babel, untuk mendapatkan kebaikan dewa, mereka harus mempersembahkan kurban. Hal itu bertentangan dengan pemahaman bangsa Israel. Tuhan telah melakukan hal-hal besar sebelum bangsa Israel memberikan persembahan kurban apa pun. Persembahan kurban dalam pemahaman bangsa Israel merupakan tanda ungkapan syukur. Ini adalah hal yang ditegaskan oleh Nabi Yesaya.


Sobat Teruna, kebaikan Tuhan sungguh-sungguh tidak bersyarat kepada manusia. Tuhan begitu mencintai manusia sehingga Ia selalu mengampuni kesalahan kita. Persoalannya terkadang manusia tidak menunjukkan sikap-sikap yang mengasihi Tuhan. Tidak jarang kita lupa untuk berdoa di pagi hari saat Tuhan masih memberikan nafas kehidupan. Tidak jarang juga kita lupa untuk berdoa di malam hari untuk mengucap syukur atas penyertaan Tuhan selama satu hari. Sebagai teruna Kristen, kita perlu menyadari bahwa kebaikan Tuhan itu perlu disyukuri setiap saat. Tuhan begitu tulus mengasihi kita. Marilah kita juga tulus mengasihi Tuhan, ketika sukacita atau pun susah. (BAI)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan, tolong ajarlah aku untuk terus mengucap syukur atas kasih-Mu yang tak berkesudahan.