BERTERIAKLAH, YESUS MENDENGARMU!


Markus 10: 46-52


46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. 47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: ”Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” 48 Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: ”Anak Daud, kasihanilah aku!” 49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: ”Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: ”Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.” 50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. 51 Tanya Yesus kepadanya: ”Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: ”Rabuni, supaya aku dapat melihat!” 52 Lalu kata Yesus kepadanya: ”Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Kemarin kita baru saja melaksanakan ibadah syukur dalam rangka HUT ke-38 Pelkat PT GPIB. Hari ketika kita mensyukuri pemeliharaan Tuhan di sepanjang perjalanan pelayanan. Hari ketika kita mengingat kembali perjalanan bersama Tuhan. Terkadang kita tersenyum bahkan melompat kegirangan. Terkadang juga kita berteriak memanggil nama Tuhan. Berteriak begitu keras agar Dia mendengar kita.


Sobat Teruna, pada bacaan hari ini kita mengetahui bagaimana Bartimeus berjuang untuk bertemu dan disembuhkan oleh Yesus. Ia berteriak dengan keras, tidak peduli orang-orang di sekitarnya menegur dan menyuruhnya diam. Ia terus berteriak, sampai Yesus menyuruh orang untuk memanggil dia dan menanyakan apa yang diharapkannya untuk dilakukan-Nya. Bartimeus mengatakan kepada Yesus bahwa dia ingin sekali melihat. Saat itu juga Bartimeus bisa melihat dan Yesus mengatakan bahwa imannya telah menyelamatkannya.


Bagaimana kita melihat teks tersebut dalam konteks sekarang? Apakah kita sudah berteriak memanggil nama Tuhan ketika sedang dalam permasalahan? Apakah kita sudah “berteriak” dalam doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan. Di dalam doa, kita bisa mencurahkan segala yang ada di hati kepada Tuhan. Kristus mengajarkan kita untuk selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Pemazmur mengatakan bahwa ketika dia menanti-nantikan Tuhan, lalu Dia menjenguknya dan mendengar teriaknya minta tolong. Jadi, janganlah jemu berdoa. Berdoa dengan tekun adalah cara kita berkomunikasi dan mendapat pertolongan-Nya. Berdoa juga adalah tanda kebergantungan kita kepada Tuhan, karena segala sesuatu yang kita dapatkan semuanya berasal dari tangan Tuhan.


So, daripada kita curhat di medsos, lebih baik kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mendengarkan curhat kita. Bahkan Tuhan Yesus bisa memenuhi harapan kita yang seturut kehendak-Nya, karena Dia murah hati. (LLS)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Terimakasih Yesus, Engkau selalu mendengar teriakanku minta tolong.