BERTOBAT DENGAN SUNGGUH


Hosea 6:7 - 7:2


7 Tetapi mereka itu telah melangkahi perjanjian di Adam,

di sana mereka telah berkhianat terhadap Aku.

8 Gilead adalah kota para penjahat,

penuh dengan jejak darah.

9 Seperti gerombolan menghadang

demikianlah persekutuan para imam;

mereka membunuh di jalan ke Sikhem,

sungguh, mereka melakukan perbuatan mesum.

10 Di antara kaum Israel telah Kulihat hal-hal yang mengerikan;

di sana ada Efraim bersundal dan Israel telah menajiskan diri.

11 Juga bagimu, hai Yehuda, telah ditentukan penuaian:

Apabila Aku memulihkan keadaan umat-Ku,



1 apabila Aku menyembuhkan Israel,

maka tersingkaplah kesalahan Efraim

dan kejahatan-kejahatan Samaria:

sebab mereka melakukan penipuan:

pencuri mendobrak masuk,

gerombolan merampas di luar.

2 Dan tidak terpikir mereka

bahwa Aku mengingat segala kejahatan mereka.

Sekarang pun perbuatan-perbuatan mereka mengepung mereka,

semuanya ada di hadapan wajah-Ku.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, diperlukan kerendahatan hati di hadapan Tuhan bila kita mau bertobat dan menyesali dosa-dosa yang dilakukan. Kita harus bersedia diubah seperti kehendak-Nya dan tidak keras hati. Bila kita mengeraskan hati, maka sulit menjadi yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan.


Dalam pembacaan Alkitab saat ini, nabi Hosea masih mengingatkan bangsa Israel akan ketidaksetiaan mereka terhadap Tuhan. Mereka mengkhianati perjanjian untuk menjadi umat yang setia hanya kepada Tuhan. Tindakan para imam dan umat Tuhan sudah seperti gerombolan penjahat yang menghadang untuk melakukan kejahatan. Orang Israel sudah melakukan penyembahan kepada dewa Baal. Bangsa Israel telah mencemarkan dirinya sendiri di hadapan Tuhan. Ketika Tuhan hendak memulihkan, mengampuni kesalahan Umat-Nya, maka mereka harus sungguh-sungguh melakukan pertobatan. Namun sayangnya, pertobatan bangsa ini ternyata hanya pura-pura. Mereka tidak sungguh-sungguh bertobat. Kesalahan mereka bukan hanya di dalam peribadahan kepada Tuhan, tetapi juga nampak dari perilaku terhadap sesama: menipu, mencuri, merampas, dsbnya. Bangsa Israel lupa bahwa Tuhan Mahatahu. Tuhan bisa melihat semua yang mereka lakukan. Perbuatan jahat bangsa ini membuat mereka terkepung dalam penjara kesalahan. Kekerasan hati mereka inilah yang membuat Tuhan marah dan menghukum umat-Nya.


Sobat Teruna, setiap orang bisa saja jatuh dalam kesalahan dan berdosa, termasuk diri kita. Tuhan mengetahui semua yang kita lakukan, yang baik ataupun jahat. Bahkan apa yang ada dalam hati dan pikiran kita, Tuhan juga tahu. Karena itu, bila kita telah melakukan kesalahan di hadapan Tuhan, jangan keraskan hati. Mari datang kepada-Nya untuk bertobat. Mari mengaku kesalahan kita dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Percayalah, Tuhan pasti mengampuni dan memulihkan kita. (EPSPM)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, mohon ampunilah semua kesalahanku dan sucikan aku kembali. Tolong mampukanlah aku untuk tidak mengulangi lagi kesalahanku dan jadikanlah hidupku menjadi kemuliaan bagi nama-Mu.