top of page

BIJAK MENGELOLA BERKAT TUHAN



 

Keluaran 16 : 21-24

21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu. 22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa. 23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: ”Inilah yang dimaksudkan Tuhan: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi Tuhan; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.” 24 Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Kiki menjadi yatim piatu setelah ayah dan ibunya meninggal dunia karena terpapar virus Corona. Ia kemudian tinggal di panti pasuhan. Saat proses belajar mengajar sekolah dilaksanakan secara daring, Kiki mengalami kendala karena tidak mempunyai handphone. Para wali murid kemudian mengumpulkan dana untuk membelikannya handphone. Kiki sangat bersyukur, ditambah lagi dia mendapat paket kuota gratis dari pemerintah. Ia sangat berhati-hati menggunakan kuota dan menyimpan handphone-nya untuk kebutuhan pendidikannya.


Sobat Teruna, betapa bahagianya bila kita mendapatkan sesuatu yang dibutuhkan. Apalagi bila kita memperoleh hal tersebut secara gratis, seperti yang dialami oleh Kiki. Mungkin itulah juga yang dirasakan oleh Bangsa Israel. Pergumulan mereka akan ketersediaan makanan yang cukup, akhirnya terpenuhi. Tuhan mencurahkan berkat-Nya. Bisa dibayangkan bagaimana bahagia dan bersemangatnya Bangsa Israel mengumpulkan burung puyuh saat petang maupun roti pada pagi hari. Namun ada hal-hal yang mesti mereka perhatikan, yaitu tiap-tiap orang memungut menurut keperluannya pada hari itu (ay.21). Jika mereka mengumpulkan berlebihan, maka bahan makanan itu menjadi busuk pada keesokan harinya. Khusus pada hari yang keenam mereka boleh memungut dua kali lipat banyaknya, lalu dikelola. Hal itu, karena mereka harus menguduskan hari Sabat (ay.22-23). Ajaibnya, bahan makanan yang dikumpulkan pada hari keenam itu, keesokan harinya tidak busuk (ay.24).


Sobat Teruna, dalam hidup ini ada begitu banyak berkat yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Namun kita harus memahami bahwa berkat yang Tuhan anugerahkan tersebut seyogianya dipakai sesuai kebutuhan, aturan yang berlaku dan menurut kehendak-Nya. Marilah kita bijaksana dalam mengelola berkat Tuhan sebagai tanda syukur kepada-Nya agar semua tidak menjadi sia-sia tetapi tepat guna. (MPS)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan, tolonglah aku bijaksana dalam mengelola berkat-berkat yang Engkau anugerahkan agar digunakan sesuai kebutuhan dan menurut kehendak-Mu.

bottom of page