top of page

BOROS ATAU SEPADAN?


 

Matius 26 : 6-13


6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, 7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan. 8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: ”Untuk apa pemborosan ini? 9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” 10 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: ”Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. 11 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. 12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku. 13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


 


Pada tahun 2018 “Baccarat’s Les Larmes Sacres de Thebes” didaulat sebagai salah satu parfum terharum di dunia. Tidak cuma arti dari namanya yang indah, “Air Mata Suci Thebes,” parfum asal Perancis ini juga memiliki kesan eksotis dengan tema Mesir dan dikemas dalam botol cantik berbentuk piramida. Wewangian yang dibandrol di harga Rp 80 juta ini akan membuat orang yang memakainya menjadi tambah menawan bak Cleopatra.


Minyak wangi yang dicurahkan di atas kepala Yesus oleh seorang perempuan yang kisahnya kita baca hari ini adalah juga jenis wewangian yang mungkin setara dengan “Baccarat’s les Larmes Sacres de Thebes.” Karena dikatakan dalam perikop bacaan tadi bahwa minyak wangi tersebut dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin (ayat 9). Hal inilah yang membuat murid-murid menjadi gusar dan menganggap ini adalah tindakan pemborosan. Sebaliknya, Yesus justru memandang itu sebagai wujud ketulusan hati si perempuan, yang menempatkan Dia sebagai pribadi yang sangat berharga baginya. Saking berharganya, sehingga ia mempersembahkan yang terbaik dan sepadan dari apa yang ada pada dirinya. Yesus meminta murid-murid untuk tidak menyusahkan Dia karena perbuatan baik yang dilakukan perempuan itu kepada-Nya (ayat 10).


Sobat Teruna, melakukan amal perbuatan, menolong orang yang kesulitan adalah hal berkenan kepada Tuhan. Namun, tindakan apa pun yang kita lakukan selama hidup, termasuk perbuatan baik, tidak akan ada artinya jika tidak dilandasi motivasi kasih dan hormat kepada Tuhan. Ketika akan melangkah untuk beraktivitas hari ini ingatlah selalu bahwa apa pun yang kita lakukan harus bisa menjadi persembahan yang berbau harum bagi Tuhan Sang empunya kehidupan ini. (VS)

 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Bapa, tolong ajar aku untuk selalu sadar bahwa Engkaulah yang terutama di dalam hidup ini.

Comments


bottom of page