BUKALAH HATI LEBAR-LEBAR



 

II Korintus 6:11-13

11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu. 12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu. 13 Maka sekarang, supaya timbal balik--aku berkata seperti kepada anak-anakku--:Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, ada ungkapan bahasa Indonesia yang memakai kata “hati”, yaitu di antaranya, Makan hati atau sakit hati yang artinya perasaan kecewa; buah hati yang artinya kekasih yang dicintai; rendah hati artinya tidak sombong; tinggi hati artinya sombong. Dari ungkapan-ungkapan ini berarti “hati” dapat diartikan sebagai perasaan yang diwujudkan dalam perbuatan.


Dalam pembacaan Firman Tuhan kita hari ini, Rasul Paulus menegur umat di kota Korintus yang mempunyai hati sempit, padahal para Rasul sudah membuka hati lebar-lebar untuk umat dan bahkan hati yang terbuka itu sangat luas untuk menerima umat. Rasul Paulus mengajak umat di Korintus untuk membuka hati lebar-lebar. Hati sempit berarti perasaan dan pikiran yang tidak terbuka bagi kehadiran orang. Rasul Paulus mengajak untuk membuka hati untuk orang lain dengan segala keberadaannya.


Sobat Teruna, ajakan membuka hati lebar-lebar juga diperuntukkan bagi kita. Hati yang terbuka lebar menunjukkan raa syukur atas kasih karunia Tuhan. Hal tersebut membuat kita bersedia menerima keberadaan orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kita juga mau membuka pikiran kita untuk dapat menerima pendapat atau pemikiran orang lain. Selain itu, hati yang terbuka lebar berarti kita mau bersimpati dan berempati terhadap persoalan-persoalan orang lain. Membuka hati berarti kita tidak menjadi seseorang yang anti sosial (tidak peduli dengan sekitarnya).


Sobat Teruna, Marilah kita mempunyai hati yang mengasihi karena Tuhan Yesus sudah terlebih dulu mengasihi kita. Tuhan Yesus telah memberi hati yang terbuka untuk keberadaan kita anak-anak-Nya. Mari kita juga membuka hati lebar-lebar untuk sesama kita, untuk orangtua, kakak, adik, opa dan oma, terlebih membuka hati lebar-lebar untuk Tuhan Yesus.(AT)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Ya Tuhan, aku mau membuka hatiku untuk Tuhan dan sesama.