top of page

BUKAN BANYAKNYA KATA-KATA


 

Matius 6 : 7-8

7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 


"Aduh jangan saya deh! Saya tidak bisa. Doa saya tidak sebagus teman-teman.” Kalimat ini mungkin pernah kita ucapkan ketika diminta berdoa. Kita merasa tidak mampu dan tak layak berdoa.


Doa adalah menyapa Tuhan. Jika berdoa adalah sapaan, semestinya tidak sulit. Kesulitan terjadi jika orang merasa bahwa bahasa sapaannya tidak baik atau menyinggung pihak yang disapa. Sebenarnya makin dekat hubungan dengan seseorang, semakin luwes kita bertutur sapa. Sebaliknya, dengan orang yang tak dikenal atau tidak dekat, kita menjaga jarak dan berhati-hati dalam berkomunikasi.


Kehati-hatian dalam berdoa inilah yang membuat orang Yahudi pada masa Yesus hidup, menyusun kata-kata doa sedemikian rupa agar indah terdengar dan tertata rapih. Orang Yahudi mengenal dua macam doa harian (Barclay: 1995). Pertama, Shema: hafalan (Ul. 6:4-9) yang harus diucapkan setiap pagi (sebelum jam 9 pagi) dan petang hari (sebelum jam 9 malam). Kedua, Shemoneh ‘esreh: Delapan belas doa yang sampai sekarang masih diucapkan setiap hari dalam ibadah-ibadah di synagoge. Kewajiban mengucapkan doa-doa itu menjadi ritual yang ‘kering. ’Belum lagi ada motivasi terselubung agar ketika ia berdoa, dia ingin dilihat saleh dan agamis.


Sobat Teruna tentulah tidak demikian. Seperti yang telah kita ketahui, berdoa adalah berkomunikasi dengan Tuhan dan menyampaikan isi hati kepada-Nya. Dengan membaca Alkitab, Tuhan pun menyapa dan menyampaikan isi hati-Nya kepada kita. Keduanya perlu berjalan seimbang, seiring-sejalan. Barulah komunikasi menjadi intens dan hangat karena kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Mari Sobat Teruna, kita tekun membaca dan merenungan Firman Tuhan dalam Alkitab, serta rajin berdoa! Ingatlah, berdoa bukan soal bagus dan banyaknya kata ya! (ES)



DOAKU DI PAGI HARI:

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, biarlah teladan-Mu yang berdoa setiap pagi mendorongku untuk melakukan hal yang sama.





Comments


bottom of page