top of page

BUMERANG


 

Matius 21: 33-41

33 ”Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. 34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. 35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. 36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. 37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. 38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. 39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. 40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” 41 Kata mereka kepada-Nya: ”Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.”



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


 

Bumerang adalah senjata tradisional unik yang dimiliki oleh suku Aborigin – penduduk asli Benua Australia. Dikatakan unik karena saat dilemparkan senjata tersebut akan berbalik kepada orang yang melemparnya. Jika tidak hati-hati senjata tersebut dapat menyakiti si penggunanya.


Teknik ‘bumerang’ tampak dalam bacaan pada hari ini, ketika Tuhan Yesus menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari imam-imam kepala dan orang-orang Farisi yang berniat menjadikan-Nya sasaran utama serangan untuk menyalahkan-Nya. Tuhan Yesus kemudian memakai perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur yang jahat. Padahal mereka bukanlah pemilik kebun anggur itu. Mereka membunuh hamba-hamba, bahkan anak dari Pemilik kebun anggur.


Pada ujung kisah, Yesus mengajukan pertanyaan, “Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap yang jahat itu?" (ayat 40) yang kemudian dijawab oleh para imam kepala dan orang-orang Farisi, “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu…” Tanpa disadari hal itu ditujukan untuk diri mereka sendiri. Jawaban ini seperti bumerang yang menyerang balik si pelempar. Serangan yang mereka ‘lemparkan’ lewat pertanyaan-pertanyaan di kisah sebelumnnya dihadapi Tuhan Yesus dengan perumpamaan yang pada akhirnya mengena pada diri orang-orang itu sendiri. Mereka yang justru menjadi dikoreksi oleh Tuhan Yesus.


Sobat Teruna, hari ini kita belajar bahwa ladang pelayanan Tuhan tidak akan pernah berakhir untuk digarap. Selalu ada orang yang setia mengerjakannya dari generasi ke generasi. Tangan-Nya selalu siap menghalau setiap hal yang ingin mengacaukannya. Ketika kita mengambil bagian dalam pelayanan kasih hari ini sadarilah bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah. Namun demikian, yakinlah bahwa kuasa Tuhan Yesus akan menjaga kita dan memelihara ladang pelayanan-Nya untuk mendatangkan berkat bagi banyak orang. (VS)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, mohon kuatkan dan teguhkan aku untuk menjadi saksi-Mu di manapun berada, juga di setiap kondisi maupun keadaan.

Comments


bottom of page