top of page

CHAOS



 

Mikha 7 : 1-6

1 Celaka aku! Sebab keadaanku seperti pada pengumpulan buah-buahan musim kemarau, seperti pada pemetikan susulan buah anggur:

tidak ada buah anggur untuk dimakan,

atau buah ara yang kusukai.

2 Orang saleh sudah hilang dari negeri,

dan tiada lagi orang jujur di antara manusia.

Mereka semuanya mengincar darah,

yang seorang mencoba menangkap yang lain dengan jaring.

3 Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat;

pemuka menuntut, hakim dapat disuap;

pembesar memberi putusan sekehendaknya,

dan hukum, mereka putar balikkan!

4 Orang yang terbaik di antara mereka adalah seperti tumbuhan duri,

yang paling jujur di antara mereka seperti pagar duri;

hari bagi pengintai-pengintaimu, hari penghukumanmu, telah datang,

sekarang akan mulai kegemparan di antara mereka!

5 Janganlah percaya kepada teman,

janganlah mengandalkan diri kepada kawan!

Jagalah pintu mulutmu

terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu!

6 Sebab anak laki-laki menghina ayahnya,

anak perempuan bangkit melawan ibunya,

menantu perempuan melawan ibu mertuanya;

musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, pada tahun 2016 film fenomenal garapan George Miller yang berjudul Mad Max: Fury Road meraih enam piala Oscar. Ini bukanlah hal yang mengejutkan karena dari sisi pemeran dan sinematografi, film tersebut menampilkan hasil karya apik dengan cerita yang unik. Film yang sudah diproduksi dalam beberapa sekuel tersebut bercerita tentang kondisi kehidupan manusia di dunia yang “chaos” (tak terkendali) setelah sebagian besar ekosistem hancur akibat perang nuklir. Di sana digambarkan siapa yang kuat, dialah yang akan bertahan hidup di lingkungan yang penuh dengan kekacauan dan kekerasan tersebut.


Kehidupan yang serba “chaos” itulah yang terjadi di tengah-tengah kehidupan bangsa Israel ketika mereka jauh dari Tuhan. Kondisinya menjadi kering tak bermakna. Tidak ada hal indah untuk dinikmati (ayat 1). Sudah tidak ada orang saleh dan jujur ditemukan, semuanya mengincar darah (ayat 2). Setiap hari yang diperbuat adalah kejahatan bahkan hukum diputarbalikan (ayat 3). Orang-orang baik dianggap sebagai penghalang (ayat 4). Tidak ada rasa saling percaya (ayat 5). Sikap kurang ajar ditunjukkan anak-anak kepada orang tua mereka (ayat 6).


Sobat Teruna, Tuhan tidak ingin anak-anak-Nya hidup dalam kekacauan. Tuhan ingin kita hidup melekat pada-Nya yang adalah Sumber segala sukacita dan damai sejahtera. Dalam tuntunan Firman Tuhan, ada kehidupan yang tertib dan teratur. Sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya kita mendoakan bangsa ini supaya selalu aman dan tentram melindungi rakyatnya untuk hidup dalam lingkungan sosial yang harmonis penuh cinta kasih. Siapa yang harus menciptakannya? Tentu seluruh rakyat Indonesia termasuk kita. Peliharalah motivasi untuk menjadi agen pendamai yang membawa ‘terang’ di tengah-tengah kehidupan. (VS)




 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Bapa yang baik, mohon jagalah kerukunan dan keharmonisan hidup bangsa kami agar dapat terus menjamin kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.






コメント


bottom of page