top of page

CINTA KASIH SUPER



 

Imamat 19:15-18

15 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran. 16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN. 17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. 18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Di antara korban longsor Hotel Club Bali di Cianjur, tersisa sebuah kisah sedih tentang seorang ayah yang menyelamatkan putrinya dari tekanan beton yang menekan dari bawah dan atasnya. Pria itu menahan balok beton hotel. Kepala Operasi Basarnas Propinsi Jawa Barat, Harsono, mengaku tercengang. Bertahun-tahun dia melakukan operasi penyelamatan di lapangan, baru kali ini ia melihat aksi heroik seorang ayah yang mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan sang anak. (sumber detikNews, Rabu, 09 Mar 2016 23:47 WIB). Aksi heroik yang diceritakan di atas melambangkan cinta kasih super yang ditunjukkan seorang ayah kepada anaknya. Cinta yang tidak mementingkan diri sendiri. Cinta yang merelakan nyawanya untuk menyelamatkan anak yang dikasihinya.


Perintah Allah yang kita baca hari ini, berbunyi: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ayat 18). Perintah ini terdengar seperti hal yang mustahil untuk dilakukan. Satu-satunya cara mewujudkannya adalah dengan merenungkan teladan yang sudah diberikan Yesus. Dia yang tiada bercela, rela mati untuk menebus segala dosa kita. Ketika kita memiliki “cinta kasih super” seperti ini maka sikap hidup kita berubah dari egosentris menjadi orang yang lebih mengutamakan kebutuhan orang lain dan rela berkorban.


Sobat Teruna, berapa banyak waktu, tenaga, harta yang kita berikan untuk kepentingan orang lain? Atau malah seluruh hidup kita hanya kita habiskan untuk memenuhi kesenangan pribadi saja? Milikilah cinta kasih super sehingga kita dapat berlaku adil terhadap sesama (ayat 15), tidak menyebarkan fitnah dan ancaman (ayat 16), serta membuang jauh-jauh kebencian kepada teman, sahabat, saudara atau bahkan kepada orang tua kita sendiri. Inilah yang dinamakan hidup mengasihi orang lain dengan super. (VS)

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, berikan aku hikmat agar mampu mengasihi orang lain seperti mengasihi diriku sendiri.


Comments


bottom of page