top of page

CITA POTENSI DIRI



Sumber : Wixsite stock photo


Jambi - Dunia terus berubah, begitu juga kita Sobat Teruna. Sebentar lagi kita tiba di Tahun 2024; dunia akan terus bergerak dengan perkembangannya. Sobat Teruna juga sudah berkembang tumbuh, dalam berbagai sisi kehidupan. Dulu sukanya Pelajaran apaa…, sekarang mungkin sudah berbeda. Dulu santai saja soal penampilan, sekarang setiap kali keluar rumah sudah berganti baju dan sepatu 2-3 kali. Atau sebaliknya, yang tadinya sangat mementingkan nilai dan angka, ternyata sekarang terhanyut dalam godaan gadget dan setia menjalankan ritual rebahan.


Dalam semua hal yang kita anggap penting saat ini, ada satu hal yang perlu kita ingat bahwa setiap orang memberikan pengaruh dalam kehidupan ini. Bayi yang baru berumur satu – dua minggu, ketika menangis, akan menarik perhatian keluarganya dan membuat jeda dari setiap aktifitas: ibu bergegas memeriksa bayinya. Pengaruh setiap orang, semakin bernilai besar ketika dia semakin dewasa dan akan semakin bertambah dari tahun ke tahun. Kehadirannya tidak lagi hanya di lingkungan rumah atau keluarga, namun juga di sekolah, di komunitas ibadah, dalam bermasyarakat bangsa dan dunia. Termasuk di dunia digital, ketika Sobat Teruna memutuskan memberi reaction, comment dan respon lain di suatu postingan…. wah itu memberi pengaruh banget buat pemilik akun.


Jadi, kita sudah tahu, bahwa ada pengaruh yang kita bawa dan berikan dalam hidup ini. Ada aksi ada reaksi, setiap perbuatan pasti ada akibatnya baik positif maupun negatif. Jejak digital saja, kita perlu pertimbangkan saat melakukan aktifitas di dunia maya. Apalagi di dunia nyata, kita perlu serius memikirkan dan mempersiapkan rencana ke depan supaya tidak menjadi penyesalan di kemudian hari.


Satu hal yang harus selalu kita ingat sebagai anak Tuhan, bahwa dari semula telah DIA siapkan suatu rencana dalam hidup kita, dalam masa depan kita. Setiap kita diciptakan dengan potensi dan kemampuan, yang dikaruniakan sesuai kehendak-NYA. Kehendak-Nya adalah kebaikan semata, sehingga hidup yang sukses adalah yang dijalankan sesuai tujuan Pencipta. Formula yang sangat jelas, bukan?

Maka, bercita-citalah untuk menjadi orang baik. Setiap rencana yang berlawanan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai moral; misalnya menjadi pencuri yang dermawan, itu sudah pasti tidak sesuai dengan kehendak Pencipta.


Apa yaa…. cita-citaku? Tidak sedikit remaja yang belum memiliki cita-cita. Ini sebenarnya tidak perlu dibiarkan, karena kita bisa menelusuri melalui percakapan dengan orangtua, dengan guru BK, dengan teman-teman dekat, dan terutama dengan Tuhan Yesus. Mengetahui potensi adalah kunci. Apa kemampuan dasar yang kita rasakan dan diakui oleh teman-teman? Apa kekuatan dan kelemahan kita? Apa keinginan hati yang terbesar? Kegiatan yang disukai? Ingatlah bahwa potensi identik dengan memberi bukan menerima; mau bayar harga.

Cita-cita juga dihubungkan dengan kebutuhan dunia: apa yang kita ingin ubah dalam lingkungan yang kita mau lakukan? Teruna saat ini sah-sah saja bercita-cita menjadi pekerja multimedia, hal yang 100 tahun lalu tidak dikenal. Kebalikannya, remaja 75 tahun yang lalu mungkin bercita-cita menjadi pengusaha sepatu kuda, spare part dari alat transportasi utama saat itu. Maka selainPelajaran sekolah., perlulah kita memperlengkapi diri dengan pengetahuan umum. Sungguhsungguhlah berdoa pada Tuhan agar dapat mengenal potensi.


Kalau sudah mengetahui potensinya, milikilah minat yang kuat untuk berkembang; bekerja keras untuk mengembangkan, penuh semangat dan PD serta berani ambil resiko. Beranilah mengekspresikan bakat dan minat yang positif sehingga potensinya muncul. (orang yang hidup sesuai bakat dan minatnya itu unstoppable, tidak bisa diam, berani bayar harga dan waktu, serta menikmati hidup. Total, disiplin, berintegritas tidak perlu dikontrol sudah ulet dan tekun! #kutipan). Itulah keuntungan dari Teruna yang hidup dengan mengenal potensi dirinya.

Pengembangan potensi adalah dalam rangka:

- Menjadi pribadi yang siap pakai dan bersaing di masa depan

- Memenuhi panggilan dan pengutusan orang percaya untuk menjadi garam dan terang


Pengembangan potensi melalui minat dan bakat adalah tanggung jawab teruna sepenuhnya; tiap-tiap orang wajib mengembangkan potensinya.

Talent is not enough: Tanpa aksi tidak ada hasil, tanpa fokus tidak ada improve (peningkatan), tanpa praktek tidak akan sempurna. Ingatlah perumpamaan tentang talenta, bagaimana kehidupan orang-orang yang dipercayakan talenta masing-masing. Semua itu harus dikembangkan. Seorang maestro menjadi maestro karena berlatih berlatih berlatih.


Mungkin ada di antara kita yang berpikiran, “Gimana mau jadi maestro kalau orangtua ngga mendukung, sistem pendidikan kaku, dana nggak ada?” Bacalah Alkitab baik-baik, khususnya pada Kejadian 26.

- Ishak berkali-kali diusir dari tanah yang ditumpanginya di negeri FIlistin

- Sumur-sumur yang sangat vital bagi usaha yang sesuai bakatnya; bolak-balik ditutup

- Tetapi Ishak terus mencari dan mencari jalan keluar

- Orang sukses adalah kalau bisa keluar dari keterpurukan, kalau mulusmulus aja itu biasa..

- Doakan! Cari solusi! Be creative like JESUS ♥


Untuk memperoleh tangkapan besar, umpannya harus sesuai. Apalagi bicara masa depan, usaha kita tentu harus maksimal. Miliki semangat di atas rata-rata, dengan mengingat bahwa daya atau kemampuan bukanlah suatu hal spesial yang hanya dimiliki orang-orang tertentu saja. Ketika ada Pelajaran yang dirasa mudah, ada Pelajaran yang sulit; apa usaha kita? Sediakan waktu dua kali lipat untuk Pelajaran yang dirasa sulit, sehingga kita lebih maksimal belajarnya. Bicara soal belajar, pengikut Kristus disebut sebagai m u r i d ; yaitu disciple. Kita hayati identitas ini bukan hanya dalam dinding ruang ibadah, namun juga saat belajar di sekolah dan belajar mandiri di rumah. Sesuai dengan lagu mars kita – bersemangat tanpa ragu-ragu: jadilah Teruna yang rajin belajar dan belajar dan belajar. Kebiasaan belajar yang baik, pasti akan membentuk gaya hidup yang baik pula, sehingga menunjang penggalian dan pengembangan potensi dalam mencapai cita-cita.


Jauh-jauhlah gaya hidup yang bermalas-malasan. Yang hanya mengandalkan berdoa dan meminta pada Tuhan; biarpun ulangan di depan mata tapi malah main gadget sampai jauh malam. Lalu berharap ketika ujian, eh… tau-tau bisa menjawab pertanyaan. Tau-tau materinya muncul di otak.. tau-tau metodenya open book dan simsalabim dapat nilai A.. ndak boleh yaa sehalu itu!


Teruna, usia masih muda; umur belum setampuk jagung – darah belum setampuk pinang. Namun, justru dalam kemudaan inilah kita memiliki kesempatan emas menjadi manusia yang berhasil, menjadi berkat bagi gereja dan negara dan dunia, lewat cita-citadan potensi diri. Ayo! Daripada nanti menjadi manusia masa depan yang hidup dalam penyesalan masa lalu, jadilah sekarang Teruna harapan negeri; yang menggali dan mengembangkan potensi diri.

(NPB)


Amsal 23:18

Kristus-lah Penolong sejati.

Kommentarer


bottom of page