BIJI MUSTARD


Matius 17: 14-20

14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, 15 katanya: ”Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. 16 Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” 17 Maka kata Yesus: ”Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!” 18 Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. 19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: ”Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” 20 Ia berkata kepada mereka: ”Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, – maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Fakta ilmiah mengungkapkan banyak manfaat biji mustard untuk kesehatan, antara lain: mencegah kanker, mengobati psoriasis, meredakan dermatitis kontak, mengatasi gangguan pernafasan dan lain sebagainya. Apa itu biji mustard? Itu adalah biji sesawi yang disebutkan Yesus dalam bacaan kita hari ini. Dari biji yang ukuran diameter rata-ratanya 1 mm ini didapati beragam manfaat.


Hari ini kita membaca cerita tentang murid-murid Yesus yang gagal menyembuhkan seorang anak yang sakit ayan (ayat 14-16). Dengan nada kecewa Yesus berkata kepada mereka, "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?” (ayat 17a) Lalu Tuhan Yesus mengambil alih situasi tersebut, mengusir setan dan menyembuhkan anak itu (ayat 18). Kejadian ini mendorong para murid bertanya mengapa mereka tidak bisa mengusir setan itu (ayat 19). Lalu Yesus menjawab, “karena kamu kurang percaya...” (ayat 20).


Sobat Teruna, iman sebesar apa yang Yesus kehendaki ada di dalam diri kita sehingga dapat menunjukkan kuasa-kuasa mukjizat-Nya di mana pun? Jawabannya adalah hanya sebesar biji sesawi. Iman yang ukuran diameternya 1mm tersebut sanggup untuk memerintahkan gunung untuk berpindah (ayat 20).


Yesus mengerti akan kondisi kemanusiaan kita yang rentan. Namun demikian, jangan sampai kita manjadi kurang percaya pada kemahakuasaan-Nya. Mungkin ada di antara sobat Teruna yang sedang bergumul tentang kondisi ekonomi keluarga, memiliki tekanan studi yang berat, mengalami ketakutan akan ancaman-ancaman, jangan biarkan itu semua melunturkan kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus. Teruslah jaga standar iman kita, walau sebesar biji sesawi saja akan membuat keajaiban demi keajaiban dari Tuhan terjadi mengatasi semua permasalahan yang ada. (VS)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Bapa yang baik, mohon jangan biarkan kepercayaanku kepada-Mu menjadi luntur dalam melalui setiap pergumulan hidup ini.