top of page

“DARI RASA MALU MENJADI PERCAYA DIRI”



 

Yoel 2 : 18-20


18 TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya. 19 TUHAN menjawab, kata-Nya kepada umat-Nya: "Sesungguhnya, Aku akan mengirim kepadamu gandum, anggur dan minyak, dan kamu akan kenyang memakannya; Aku tidak akan menyerahkan kamu lagi menjadi cela di antara bangsa-bangsa. 20 Yang datang dari utara itu akan Kujauhkan dari padamu, dan akan Kuusir ke suatu negeri kering dan tandus, barisan mukanya ke laut timur, dan barisan belakangnya ke laut barat, maka bau busuknya dan bau anyirnya akan naik, sebab ia telah melakukan perkara yang besar.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, setiap kita pasti pernah punya pengalaman dipermalukan dı depan orang banyak. Yang lebih menyakitkan lagi apabila orang yang mempermalukan kita adalah teman kita sendiri. So pasti, pengalaman tersebut adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Sebenarnya, yang tidak nyaman bukan pada pengalaman di permalukan melainkan bagaimana memulihkan kembali rasa percaya diri kita setelah dipermalukan. Bagaimana agar kita bisa kembali pede? Karena memang, tidak semua, teman yang telah mempermalukan kita mau bertanggung jawab untuk memulihkan rasa percaya diri kita.


Sobat Teruna, dalam situasi apapun, ternyata Tuhan begitu sayang kepada umat-Nya. Tuhan yang Panjang sabar selalu membuka diri untuk pertobatan dan perubahan. Ketika umat-Nya bertobat dengan sungguh-sungguh, Tuhan pun memiliki rencana untuk mengembalikan kondisi umat-Nya. Maksudnya adalah Tahan sendiri yang akan mengadakan pemUlihan. Melalui Nabi Yoel, Tuhan menyampaikan bahwa yang pertama kali akan Tuhan pulihkan adalah tanah yang telah diberikansejak nenek moyang Israel. Kesuburan, hasil gandum yang disertai anggur dan minyak yang berlimpah. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, Tuhan akan mengembalikan rasa percaya diri umat-Nya dengan takkan lagi menyerahkan umat-Nya menjadi cela bagi bangsa-bangsa lain.


Sobat Teruna, dalam perasaan kecewa karena pengalaman dipermalukan, ternyata kita tidak perlu merasa kecewa yang teramat sangat, Tuhan penuh belas kasih akan selalu mempersiapkan masa depan kita yang lebih baik.Tentu selama kita tetap percaya kepada kasih sayang Tuhan. Pengampunan kepada orang yang telah mempermalukan kita juga merupakan sikap yang tepat karena jikalau Tuhan ada dipihak kita maka kita tidak perlu lagi memperhitungkannya dengan cara sendiri, bukan? HTT



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Doa: Bapa yang Mahabaik, ajar aku memiliki rasa percaya diri dan sukacita menjadi berkat bagi sesama-ku.


Comentarios


bottom of page