DENGAR DAN LAKUKAN!


MAZMUR 104: 31-32


1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; 2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. 3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: ”Mereka kehabisan anggur.” 4 Kata Yesus kepadanya: ”Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” 5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: ”Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” 6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. 7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: ”Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. 8 Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya. 9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu – dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya – ia memanggil mempelai laki-laki, 10 dan berkata kepadanya: ”Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Budi sedang mempersiapkan dirinya untuk ujian sekolah. Ia belajar dengan tekun agar dirinya tidak gagal. Hari ujian pun tiba. Budi memasuki ruang kelas dengan keyakinan bahwa segala sesuatu telah siap. Namun demikian, wajah Budi terlihat panik saat menyadari bahwa dia lupa untuk membawa alat tulis. Ia mengingat perkataan ibunya bahwa dia harus tenang dan berdoa. Budi berdoa. Setelah itu ia bertanya kepada temannya apakah ada yang membawa alat tulis lebih untuk dia pinjam. Tuhan mendengarkan doanya. Seorang teman Budi meminjamkan alat tulis kepadanya.


Sobat Teruna, apa yang dialami Budi adalah pengalaman yang mungkin pernah kita alami juga. Kita selalu berusaha mempersiapkan diri untuk segala sesuatu. Terkadang kita berpikir bahwa persiapan yang dilakukan sudah sempurna, tetapi ternyata masih saja ada yang kurang. Hal ini sebagaimana yang diceritakan dalam Yohanes 2:1-11. Pada pernikahan di Kana, orang-orang yang mengadakan pesta pernikahan itu kehabisan anggur untuk orang-orang Israel. Ini adalah sesuatu yang tidak terduga. Anggur adalah hal yang penting dalam suatu pesta pernikahan. Yesus ada di sana beserta murid-murid-Nya dan ibu-Nya, Maria. Yesus lalu menolong dengan membuat mukjizat yang pertama di pesta pernikahan ini, yaitu mengubah air menjadi anggur.

Sobat Teruna, pelajaran dari kisah ini adalah mempersiapkan segala sesuatu memang merupakan hal yang penting, namun kita tidak boleh lupa untuk berdoa kepada Tuhan. Dalam Yoh. 2:5, Maria berkata, “Apa saja yang Dia katakan kepadamu, lakukan itu.” Ini adalah perintah yang harus kita lakukan sebagai pengikut Yesus. Mari mendengarkan dan melakukan apa yang Yesus perintahkan. Pertanyaannya, maukah kita mendengarkan dan melakukannya? (BAI)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, mohon tuntunlah aku untuk hidup seperti-Mu. Tolong ajarlah aku untuk bisa mendengarkan dan melakukan firman-Mu dengan baik, Tuhan Yesus.