“DENGARKANLAH DIA!”


Lukas 9: 28-36


28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. 29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. 30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. 31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. 32 Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu. 33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: ”Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. 34 Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. 35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: ”Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.” 36 Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, Galunggung merupakan salah satu gunung tertinggi di Indonesia. Butuh perjuangan dan tenaga ekstra untuk mencapainya. Salah satunya harus mendaki 620 anak tangga. Namun demikian, kelelahan kita akan terbayar ketika berhasil sampai di atas Gunung Galunggung dan melihat pemandangan yang sangat eksotis. Salah satu sumber keindahan yang ada di Gunung Galunggung adalah pemandangan kawah yang berwarna hijau, ditambah dengan suasananya yang asri dan sejuk. (Sumber: iNews.id)


Sobat Teruna, dalam bacaan Alkitab hari ini, Tuhan Yesus mengajak Petrus, Yohanes dan Yakobus ke gunung. Tujuan utamanya untuk berdoa. Mungkin tidak pernah terpikir oleh ketiga murid tersebut bahwa di gunung tersebut mereka akan mendapat pemandangan yang berbeda dan luar biasa. Mereka melihat Tuhan Yesus dalam kemuliaan-Nya bersama Nabi Musa dan Elia. Kemudian mereka mendengar suara Allah Bapa yang mengatakan “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” (ay.35). Seandainya waktu itu mereka menolak diajak Tuhan Yesus ke gunung untuk berdoa, tentu kehilangan momen yang langka dan sangat menakjubkan tersebut.


Sobat Teruna, apakah masih ada di antara kita yang menolak kalau diajak atau diminta memimpin berdoa dalam suatu acara? Kalau masih ada, maka itu sangat disayangkan, karena kita akan kehilangan momen penting berdialog dengan Tuhan, Sang Pencipta, Penyelamat dan Pemelihara hidup ini. Sebaliknya, jika kita mau membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan Yesus lewat doa-doa yang tekun dan pujian penyembahan yang sungguh-sungguh serta melakukan pengajaran-Nya (hidup kudus), maka akan melihat kemuliaan-Nya. Hal ini sesuai firman Tuhan dalam Ibrani 12:14. Karena itu, mari kita tekun berdoa dan melakukan pengajaran Tuhan Yesus sebagaimana perintah Bapa, “Dengarkanlah Dia!” (YRLJ)






Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, aku mau mendengarkan ajakan serta pengajaran-Mu, sebab Engkaulah jalan, kebenaran, dan hidup.