top of page

DIBENTUK MELALUI KESALAHAN



 

Ratapan 3 : 31 – 48


31 Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan. 32 Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. 33Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia. 34 Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia, 35 kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi, 36 atau orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya, masakan Tuhan tidak melihatnya? 37Siapa berfirman, maka semuanya jadi? Bukankah Tuhan yang memerintahkannya? 38 Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar apa yang buruk dan apa yang baik? 39 Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya! 40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada Tuhan. 41 Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga: 42 Kami telah mendurhaka dan memberontak, Engkau tidak mengampuni. 43 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan murka, mengejar kami dan membunuh kami tanpa belas kasihan. 44 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan awan, sehingga doa tak dapat menembus. 45 Kami Kaujadikan kotor dan keji di antara bangsa-bangsa. 46 Terhadap kami semua seteru kami mengangakan mulutnya. 47 Kejut dan jerat menimpa kami, kemusnahan dan kehancuran. 48 Air mataku mengalir bagaikan batang air, karena keruntuhan puteri bangsaku.

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, ketika ada seseorang yang tengah menjalani pemeriksaan oleh pihak berwajib atas dugaan tindak pidana yang dilakukan, biasanya pihak berwajib akan meminta supaya orang tersebut bersifat kooperatif, mengakui sampai sejauh mana keterlibatannya dan mengakui kesalahan yang telah dilakukan. Jika hal itu terjadi, maka orang tersebut akan mendapatkan keringanan hukuman bahkan bisa dibebaskan.


Sobat Teruna, ayat 31–39 dari bacaan Akitab kita berisi tentang bagaimana seharusnya pemikiran orang-orang yang berada dalam penderitaan karena dosanya. Yeremia mengajak kepada umat Tuhan agar menyadari; siapa diri mereka yang telah bersalah dan siapa Allah yang telah memberikan penghukuman dan sekaligus memahami maksud Tuhan atas hidup mereka, serta memperoleh pengajaran yang sangat luar biasa dalam hidup mereka. Ayat 40-48 pada bagian ini, Yeremia mau mengajak umat Tuhan untuk mengakui dosa di hadapan Allah, introspeksi diri dan mengalami proses pertobatan. Selain itu Yeremia juga mengajak umat Tuhan untuk berlaku sabar dalam penderitaan yang mereka alami karena segala sesuatu akan ada waktunya, termasuk akhir dari penderitaan itupun akan ada waktunya.


Sobat Teruna, di masa kini kita harus tetap yakin bahwa suatu ketika saat Tuhan mengizinkan penderitaan, kesusahan itu terjadi, Dia juga tetap menyayangi kita menurut kasih setia-Nya yang besar atas kita. Dia pasti memberikan kekuatan dan semua yang kita perlukan agar kita tegar menghadapi ppenderitaan itu. Janganlah kita mengeluh dengan keadaan yang kita alami, tetapi periksalah hidup kita lalu berpaling kepada-Nya supaya kita mampu mengangkat hati dan tangan kepada Allah. Marilah kita membuka diri untuk dibentuk Tuhan melalui kesalahan kita, demi kehidupan yang lebih baik dan lebih memperkenan Tuhan.(BMD)



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Doa: Tuhan, aku mengaku segala dosa dan pelanggaranku. Ajarkanlah aku untuk selalu mau dibarui agar hidupku makin lebih baik dan berkenan kepadaMu."


bottom of page