DICOBAI KOK MALAH BAHAGIA?



 

Yakobus 1 : 12-15

12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: ”Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. 14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Menurut KBBI, ‘pencobaan’ adalah proses, cara, perbuatan mencoba atau mencobakan. Sedangkan dalam Alkitab, “pencobaan” (cobaan/dicobai/mencobai) berarti ujian (pengujian/diuji/menguji). Kata lainnya adalah ‘godaan’ (penggodaan/digodai/menggodai), bujukan (dibujuk/membujuk untuk melakukan dosa).


Sobat Teruna yang dikasihi Tuhan, pernahkah kita jatuh ke dalam pencobaan? Mungkin ada yang menjawab: “Saat saya menghadapi masalah dengan orangtua, saya suka berbohong kepada mereka walau hati kecil saya menangis”. Ada juga yang berkisah “waktu ada mata pelajaran yang sulit dijawab dalam tes di sekolah, saya tergoda untuk menyontek teman.”


Nas Alkitab pagi ini mengajarkan kita tentang bagaimana sikap menghadapi pencobaan atau godaan dalam kehidupan di masa teruna ini. Yakobus mendorong kita untuk tetap bertahan dalam menghadapi semua cobaan. Kita diperintahkan tetap kuat dan harus mampu mengalahkan pencobaan. Mengapa? Karena Tuhan Yesus menjadi teladan yang menang atas pencobaan di padang gurun. Yakobus menegaskan bahwa pencobaan itu bukan berasal dari Tuhan (ay 13). Pencobaan itu bisa datang dari luar (kisah Tuhan Yesus dicobai di padang gurun). Ada juga dari keinginan diri sendiri (ay 14). Berawal dari melihat, timbul keinginan dalam hati, akhirnya jatuh dalam dosa.


Sobat Teruna, kita harus membentengi diri dengan Firman Tuhan dan bersandar pada Tuhan Yesus, sehingga walau dicobai justru kita mengalami kebahagiaan karena Tuhan berjanji memberi kemenangan bagi kita. Orang akan bersusah hati dalam pencobaan, akan membuat kita terpuruk dan jatuh. Sebaliknya, Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menjaga hati agar tetap mampu bersukacita karena kebahagiaan menjadi kekuatan bagi kita bertahan di tengah pencobaan. (EYRB)



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus Kristus yang Maha Baik, tuntunlah aku selalu untuk tetap bertahan dalam menghadapi dan mengalahkan pencobaan dalam kehidupanku sehari-hari.