DIPILIH UNTUK “BERBUAH”


1 Tesalonika 1:1-10


1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu. 2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. 3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. 4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. 5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu. 6 Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 7 sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. 8 Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu. 9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, 10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Apakah sobat Teruna pernah memanen buah dari pohon yang ditanam sendiri? Saya pernah dan rasanya menyenangkan. Bukan pohon besar sih, hanya pohon jagung. Bermodalkan biji jagung 3 butir dan sepetak kecil pekarangan depan rumah, lalu “perkebunan jagung” amatir itu dimulai. Harapan untuk mendapatkan hasil tidak ada, hanya coba-coba. Namun ketika ketiga biji itu kemudian mengeluarkan daun pertama, hati saya berbunga-bunga. Saya semakin serius menjaganya. Saat berbuah, ada satu pohon yang menunjukkan hasil. Kecil saja, namun dia berbuah. Buah itulah yang membuatnya istimewa.


Dalam hubungan Paulus, Silwanus (Silas) dan Timotius dengan Jemaat Tesalonika, ada yang menyukacitakan. Paulus, Silas dan Timotius “berbuah” atau menghasilkan suatu kemajuan dalam penginjilan. Mereka dipilih dan diutus Tuhan untuk “menanam” atau memberitakan Injil kepada orang-orang di Tesalonika. Hasilnya adalah jemaat di Tesalonika berkembang. Bagaimana itu bisa terjadi? Rumusnya adalah Injil yang disertai kuasa Roh Kudus ditambah tanggapan positif dari jemaat. Ukurannya adalah adanya iman, usaha kasih dan ketekunan pengharapan.


Apakah ini mudah? Tentu tidak. Jemaat di Tesalonika justru sedang berhadapan dengan siksaan dan penganiayaan hebat pada masa itu. Namun mereka tetap berserah sambil terus memberitakan Injil. Mereka terus menghasilkan perbuatan baik, penuh kasih dan pengharapan akan kedatangan Kristus kembali. Demikianlah, jemaat di Tesalonika berproses menjadi umat pilihan Tuhan. Wow… rasanya pasti sangat menyenangkan karena Rasul Paulus sampai mengucap syukur kepada Tuhan atas jemaat di Tesalonika.


Apakah sobat Teruna tertarik untuk “berbuah” bagi Tuhan? Ayo pelajari rumusnya dan kenakan ukurannya. Jangan lupa minta tolong kepada Roh Kudus ya, karena semua keberhasilan ada dalam anugerah Tuhan. (EHAR)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Allah Tritunggal, berilah kuasa, kasih dan hikmat-Mu mengubah hidupku agar aku dapat menjadi umat pilihan-Mu yang berbuah bagi kemuliaan-Mu.