DOING NOTHING IS SOMETHING


Imamat 25 : 1-7

1 Tuhan berfirman kepada Musa di gunung Sinai: 2 ”Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi Tuhan. 3 Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, 4 tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi Tuhan. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. 5 Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu. 6 Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu. 7 Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974,2018.


Sobat Teruna, kita hidup di zaman yang serba “harus melakukan sesuatu.” Kalau tidak, kita akan tergilas oleh roda kehidupan yang berjalan dengan sangat cepat. Kita tidak lagi memiliki waktu untuk berdiam diri dan merenungkan kebaikan-kebaikan Tuhan. Akhirnya kita kelelahan karena memenuhi banyak tuntutan. Ketika kelelahan, kita tidak lagi menjadi produktif.


“Pemberaan” merupakan periode penyehatan tanah setelah digunakan untuk memproduksi hasil yang diinginkan petani. Pemberaan adalah mengistirahatkan tanah dari kejenuhan setelah dipakai bertahun-tahun. Tujuannya supaya tanah bisa kembali subur. Pemberaan bisa berlangsung sekitar lima bulanan bahkan tahunan. Ketika pemberaan, ada tanah yang hanya dibiarkan tanpa ditanami apa pun, ada juga yang ditanam dengan jenis tanaman berbeda maupun yang digemburkan dengan membalik-balikkannya. Tujuannya sama, agar tanah beristirahat. Dengan demikian, ketika waktunya akan dipakai, tanah ini bisa kembali subur dan produktif.


Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan tentang pemeliharaan Tuhan melalui tanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Pada tahun yang ketujuh setelah tanah dipakai oleh bangsa Israel selama enam tahun, tanah harus diistirahatkan. Selama diistirahatkan, tanah tidak boleh ditanami apa pun. Bangsa Israel diajarkan untuk mencukupkan diri. Hal ini tentu karena Tuhan peduli akan keberlangsungan hidup bangsa Israel. Hanya orang yang rakus yang mengeksploitasi tanah habis-habisan.


Sobat Teruna, menarik ya. Kita bisa belajar dua hal dari bacaan hari ini. Berdiam diri dan mencukupkan diri. Di dalam berdiam diri kita bisa mendengar suara Tuhan. Di dalam berdiam diri, kita merasakan kecukupan akan kasih karunia-Nya. Doing nothing is something. Berdiam diri dan beristirahatlah. Mari mendengarkan suara Tuhan dan mencukupkan diri! Latihlah diri kita untuk melakukan itu. (LLS)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan, benar sekali, di dalam kelelahan, aku tak lagi menjadi produktif dan tidak mendengar suara-Mu. Terima kasih sudah mengingatkanku untuk mengambil waktu beristirahat dan mencukupkan diri.