DON’T BE PANIC!


Lukas 10: 38-42


38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, 40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: ”Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: ”Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Warga masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggal Susan mempunyai rencana menyambut kehadiran Bapak Presiden yang akan melintasi wilayah tersebut. Banyak warga sudah siap menyambut kedatangan Bapak Presiden dengan berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan tangan yang menggenggam setangkai bunga. Karena sibuk mencari bunga yang paling bagus dan berdandan, agar tampil paling “cetar”, Susan jadi ketinggalan acara inti. Ketika Susan berdiri di pinggir jalan, ternyata Bapak Presiden dan rombongan sudah melintasi wilayah tersebut.


Marta, saudara bungsu dari Maria dan Lazarus pernah terlewatkan acara inti. Ketika ia menerima kehadiran Tuhan Yesus dan para murid-Nya di rumah, dia sibuk sekali melayani mereka (ay.40). Sedangkan Maria duduk dekat Tuhan Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya. Lalu ia menyampaikan rasa keberatan atas sikap Maria yang tidak membantunya. Ternyata Tuhan Yesus tidak sependapat dengan Marta. Menurut-Nya, justru Marta yang terlalu menyusahkan diri dengan banyak perkara karena kuatir. Kata kuatir dalam bacaan ini memakai Bahasa Yunani marimnas, yang secara harafiah berarti “terlalu bersemangat”, sehingga menjadi panik. Akhirnya Marta ketinggalan acara inti dari maksud kedatangan Tuhan Yesus ke rumahnya, yaitu menyampaikan pengajaran-Nya yang sangat penting.


Sobat Teruna, ada banyak hal yang dapat membuat kita melewatkan hal inti dari kehidupan sebagai pengikut Kristus karena terlalu kuatir (marimas). Misalnya karena begitu bersemangatnya menyiapkan diri untuk kedatangan Kristus kembali, kita sibuk denga berbagai kegiatan pelayanan dan kesaksian. Sayangnya kita justru melewatkan waktu bersekutu secara pribadi dengan Dia dalam doa dan membaca serta merenungkan firman Tuhan karena merasa dikejar target sendiri, juga sudah kelelahan. Jadilah tenang agar tidak salah fokus. Please, don’t be panic! (YRLJ)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong aku agar dapat menjadi tenang dan tidak salah fokus dalam melakukan kehendak-Mu.