DUTA KPK



Mikha 3 : 9-12

9 Baiklah dengarkan ini, hai para kepala kaum Yakub,

dan para pemimpin kaum Israel!

Hai kamu yang muak terhadap keadilan

dan yang membengkokkan segala yang lurus,

10 hai kamu yang mendirikan Sion dengan darah

dan Yerusalem dengan kelaliman!

11 Para kepalanya memutuskan hukum karena suap,

dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran,

para nabinya menenung karena uang,

padahal mereka bersandar kepada Tuhan dengan berkata:

”Bukankah Tuhan ada di tengah-tengah kita!

Tidak akan datang malapetaka menimpa kita!”

12 Sebab itu oleh karena kamu

maka Sion akan dibajak seperti ladang,

dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing,

dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


Pada tanggal 29 Desember 2003, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk sebagai institusi resmi negara guna menjalankan peran penegakan hukum bagi setiap kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Hal ini seperti ‘angin segar’ bagi bangsa kita yang pertumbuhan ekonominya terseok-seok diakibatkan oleh tingkat korupsi yang tinggi. Tidak dapat dipungkiri, korupsi sudah merusak tatanan kehidupan bangsa begitu dalam sehingga butuh proses dan waktu yang panjang untuk memulihkannya.


Keberadaan Israel di jaman nabi Mikha juga mirip dengan kondisi bangsa kita ini. Negara dibangun dengan darah dan kelaliman (ayat 10). Kasus suap, korupsi, kolusi menjadi praktik hidup sehari-hari para pejabat dan orang orang yang memegang posisi inti di dalam negara. Yang lebih memprihatinkannya lagi, mereka tetap mengakui keberadaan Tuhan di tengah-tengah kehidupan sosial yang rusak tersebut (ayat 11). Akhir ceritanya kita sama-sama tahu bahwa Sion dan Yerusalem dihancurkan karena kelaliman mereka (ayat 12).


Sobat Teruna, sebagai generasi muda, kita mempunyai potensi yang besar untuk menjadi duta KPK untuk membersihkan bangsa ini dari ‘pandemi korupsi’. Jika KPK fokus pada pemberantasan, kita bisa melakukan langkah efektif untuk mencegahnya. Marilah membangun budaya anti korupsi dari lingkungan terdekat kita. Misalnya dengan melakukan tindakan sederhana, seperti: tidak korupsi waktu dalam proses belajar mengajar di sekolah; mengendalikan diri untuk tak konsumtif barang yang sedang “trend”; dan membangun sikap yang selalu bersyukur atas apa yang kita punya sehingga terhindar dari godaan untuk berbuat hal-hal yang curang. Mari kita mulai dari diri kita sendiri. Dengan sikap hidup yang jujur dan bersih, kita bisa menjadi saksi Kristus yang membawa berkat bagi pemulihan bangsa ini. (VS)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, mohon pulihkanlah bangsa ini dari pandemi korupsi dan tolong jadikan aku sebagai generasi muda yang sanggup membangun budaya anti korupsi di tengah-tengah kehidupan masyarakat.