FIRMANMU, PANDUKU!


Amsal 20: 19-24


19 Siapa mengumpat, membuka rahasia,

sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.

20 Siapa mengutuki ayah atau ibunya,

pelitanya akan padam pada waktu gelap.

21 Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya,

akhirnya tidak diberkati.

22 Janganlah engkau berkata: ”Aku akan membalas kejahatan,”

nantikanlah Tuhan, Ia akan menyelamatkan engkau.

23 Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi Tuhan,

dan neraca serong itu tidak baik.

24 Langkah orang ditentukan oleh Tuhan,

tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, bacaan hari ini seperti panduan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Ayat 19, mengajarkan bahwa untuk dipercaya, kita harus mampu menjaga rahasia. Ketika seseorang curhat dan meminta kita untuk tidak memberitahukan kepada orang lain, tepatilah! Jangan membuat orang lain kecewa karena kita tidak mampu menjaga mulut sendiri.

Ayat 20, kita harus menghormati ayah dan ibu. Ayah dan ibu sebagai gambaran gereja juga jemaat Tuhan, maksudnya adalah orang yang ikut mendidik dan memelihara kita. Bayangkan kita ada dalam kegelapan, tidak terlihat apa pun. Namun dengan adanya pelita, kita bisa tetap berjalan. Demikianlah mereka yang menghormati ayah dan ibunya. Mereka bisa tetap berjalan di dalam kegelapan karena segala nasihat ayah dan ibu bagaikan pelita di tengah kegelapan.


Ayat 21, apa yang kita miliki tanpa usaha dan kerja keras, tentu tidak akan diberkati. Hasil ujian yang bukan dari pemikiran kita, melainkan dari menyontek, tentu tidak akan berlangsung lama. Demikian pun seorang plagiator atau penjiplak hasil karya orang lain dan mengakuinya sebagai miliknya, bisa dikategorikan sebagai pencuri. Perbuatan mencuri tidak disukai oleh Tuhan dan itu masuk dalam sepuluh perintah Tuhan. Jangan mencuri!


Ayat 22, ketika orang lain berbuat jahat, kita tidak ada hak untuk membalasnya. Tetaplah mengasihi mereka. Sulit? Pasti, tapi itulah yang dinasihatkan oleh penulis amsal. Tuhan pun pasti akan menyelamatkan kita. Ayat 23, sebagai orang yang sudah ditebus oleh Yesus Kristus kita diminta untuk bersikap adil. Ayat 24, Tuhan sudah merencanakan hidup kita. Dialah pemilik hidup kita. Luar biasa bukan? Mari kita menjadikan firman Tuhan sebagai panduan dalam hidup.





Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan, Firman-Mu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Karena itu tolong ajarkan aku, ya Tuhan untuk selalu hidup seturut firman-Mu.