top of page

FLASHBACK



 

Mikha 6 : 3-5

3 ”Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu?

Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku!

4 Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir

dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan

dan telah mengutus Musa dan Harun

dan Miryam sebagai penganjurmu.

5 Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan

oleh Balak, raja Moab,

dan apa yang dijawab kepadanya

oleh Bileam bin Beor

dan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal,

supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari Tuhan.”


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Tiba-tiba saja pikiranku melayang, membuka kembali kenangan-kenangan lama masa remaja ketika mendengar alunan salah satu lagu pop yang hits di tahun 90-an. Sebuah lagu favorit ketika aku masih duduk di bangku sekolah dulu. Mungkin Sobat Teruna pernah mempunyai pengalaman yang sama terhadap sebuah lagu yang memaksa pikiran kita menguap ke angkasa, menyentuh ruang-ruang memori yang sulit dilupakan. Pengalaman seperti itu mendorong kita melakukan flashback (kilas balik) terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau, baik yang suka ataupun duka.


Allah juga ingin kita melakukan flashback terhadap semua perbuatan kasih dan kebaikan yang Dia sudah lakukan. Persis seperti yang Dia nyatakan kepada bangsa Israel dalam bacaan alkitab hari ini. Beberapa peristiwa di masa lampau disingkapkan kembali. Mulai dari pembebasan bangsa Israel keluar dari Mesir (ayat 4), penyertaan Allah dalam peperangan melawan bangsa Moab, yang membuat Balak raja Moab menjadi gentar. Meskipun demikian, umat Israel tetap berzinah di Sitim dengan perempuan-perempuan Moab. Belum lagi penyertaan Allah di Gilgal ketika Yosua dan seluruh umat Israel hendak memasuki tanah yang dijanjikan. Hal itu dilakukan supaya umat mengakui perbuatan keadilan dari Allah (ayat 5).


Sobat Teruna, jika saat ini hidup kita lancar dan serba kecukupan ingatlah selalu bahwa itu semua bersumber dari Allah. Sebaliknya, jika kemalangan datang bertubi-tubi yang menimbulkan kesesakan, janganlah lupa bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita seorang diri melewatinya. Kita mampu bertahan hidup sampai hari ini adalah karena kasih dan penyertaan-Nya yang melampaui akal. Perhitungkanlah setiap perbuatan mukjizat dan kebaikan Allah maka kita akan lebih bijaksana mensyukuri hidup ini hari lepas hari. (VS)



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tolong ajarlah aku ya Allah untuk memperhitungkan setiap perbuatan kasih dan penyertaan-Mu hari lepas hari.






Comments


bottom of page