top of page

FOKUSLAH PADA TUHAN YESUS


 

Kisah Para Rasul 9 : 19b-22


19b Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. 20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. 21 Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: ”Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?” 22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 


Tidak dapat dipungkiri, kesalahan, terlebih kejahatan seseorang adalah hal yang paling diingat oleh kebanyakan orang daripada kebaikannya. Keadaan inilah yang dialami Saulus, ketika dia mulai memanggil dan memberitakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Orang banyak yang mendengarkan pemberitaan ini merasa terkejut dan tidak percaya akan perubahan Saulus yang sangat cepat. Hal yang menarik adalah sikap Saulus saat menghadapi keterkejutan dan kebingungan orang banyak tentang perubahan yang dialaminya sungguh diluar prediksi. Saulus menghadapinya dengan sangat tenang dan tidak menghiraukan omongan negatif orang banyak tentang dirinya. Ia terus membuktikan kebenaran Injil bahwa Yesus adalah Mesias. Hasilnya, kehadiran Saulus memberikan pengaruh yang sangat besar bagi lingkungannya.


Sobat Teruna, ada dua hal yang dapat kita pelajari dari kisah ini. Pertama, ingatlah jikalau Tuhan berkenan, Dia mampu mengubah perilaku jahat seseorang menjadi sesuai kehendak-Nya. Karena itu milikilah hati yang tulus dan bersyukur atas perubahan sikap hidup sesama serta menerimanya dengan sukacita. Mintalah hikmat dari Tuhan, jangan berspekulasi karena hal itu dapat menimbulkan niat jahat untuk menyakiti sesama (lihat ayat 23). Kedua, Saulus fokus kepada Tuhan Yesus. Ia tidak membiarkan cibiran dan omongan negatif tentang dirinya memengaruhi hati, pikiran dan keputusannya untuk mengikuti ajaran Kristus. Belajarlah dari Saulus. Kita tidak dapat mengatur pikiran orang lain. Jadi fokuslah kepada Tuhan Yesus dan kerjakanlah tugas kita sebagai pelajar sekaligus remaja Kristen dengan benar. Dengan demikian, keberadaan kita memberikan pengaruh positif bagi sesama dan nama Tuhan Yesus dimuliakan banyak orang. (EJRZ)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong ajarilah dan didiklah aku agar memiliki hati yang bersih untuk mengucap syukur atas perubahan sesama, serta tidak membiarkan omongan negatif orang lain merusak hidupku.

Comments


bottom of page