“FORM FOLLOW FUNCTION”


Lukas 11: 37-44


37 Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. 38 Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. 39 Tetapi Tuhan berkata kepadanya: ”Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. 40 Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? 41 Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu. 42 Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. 43 Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. 44 Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.”



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



“Form follows function” adalah semboyan yang cukup familiar di dunia Arsitektur. Kutipan tersebut pertama kali dicetuskan oleh Louis Sullivan, bapak Arsitektur modern asal Chicago Amerika Serikat. Makna dari semboyan itu adalah semua bentuk (luar) bangunan tercipta karena ada alasan kuat yang mendukung fungsi di dalamnya. Dengan kata lain, penampakan luar (eksterior) bangunan adalah akibat dari karakter aktivitas yang ada di ruang dalam (interior) bangunan tersebut.



Dalam bacaan Alkitab hari ini, Yesus menegur orang Farisi yang terlalu sibuk menghias penampakan luar dirinya sebagai pemuka agama yang dihormati. Mereka terlalu sibuk mengkritik orang lain yang tidak melakukan kegiatan seremonial keagamaan secara benar (ayat 37-38). Yesus membuka keburukan sisi “interior” mereka yang penuh dengan rampasan dan kejahatan (ayat 39). Menganggap mereka orang yang bodoh karena tidak adanya keseimbangan antara citra penampakan luar dan kondisi hati di dalamnya (ayat 40-41). Yesus menyebut mereka sebagai orang yang celaka, yang rajin memberi persepuluhan, tetapi mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang duduk di tempat paling depan rumah-rumah ibadat tetapi gila hormat (ayat 42-43). Mereka seperti kubur tanpa tanda yang ketika orang melihatnya tidak akan mengetahui kalau isi di dalamnya adalah kebusukan (ayat 44).


Sobat Teruna, pengikut Kristus yang sejati adalah orang-orang yang sisi diri eksteriornya memberikan gambaran secara jujur kondisi interiornya. Hiduplah di dalam Kristus dan hayatilah tindakan kasih serta keadilan-Nya lewat doa juga perenungan Alkitab setiap hari. Dengan demikian, orang dapat melihat pribadi Kristus seutuhnya ada di dalam diri kita lewat tutur kata dan perilaku yang membangun serta menjadi berkat bagi banyak orang. (VS)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Allah, mohon peliharalah persekutuan Pelkat PT GPIB, karena di dalamnya kami dapat beroleh sukacita dan semangat baru menghadapi pergumulan hidup ini.