HIDUP BERKENAN KEPADA ALLAH



Kejadian 6 : 1-8

1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. 3 Berfirmanlah Tuhan: ”Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” 4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

5 Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, 6 maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 7 Berfirmanlah Tuhan: ”Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” 8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


Sobat Teruna, pernahkah merasa menyesal dan pilu hati karena kebaikan kita dibalas dengan kejahatan? Ketika teman membutuhkan pertolongan, kita menolong mereka. Ternyata beberapa hari kemudian, teman tersebut menghasut kawan yang lain untuk memusuhi kita karena merasa iri hati. Kebaikan dibalas dengan kejahatan. Hal tersebut tentu membuat kita menyesal dan berpikir “mengapa kemarin saya menolong dia?” Hal inilah yang dialami Allah terhadap manusia.


Di dalam penciptaan, manusia diciptakan dengan indah dan Allah melihatnya “amat baik” (Kej. 1:31). Manusia diberi kuasa untuk mengusahakan dan memelihara alam ciptaan Allah. Manusia menjadi makhluk termulia dan puncak seluruh penciptaan Allah. Namun demikian, apa yang dilakukan manusia? Mereka jatuh ke dalam dosa karena tergoda dan tidak taat kepada perintah Allah (Kej. 3). Kebaikan Allah dibalas dengan kejahatan oleh manusia. Karena itu pada ayat 6 disebutkan bahwa Allah menyesal telah menjadikan manusia. Meskipun begitu, Allah berbeda dengan manusia. Allah tetap mengasihi Nuhkarena dia tidak ikut melakukan kejahatan seperti manusia lainnya. Nuh tetap hidup benar di mata Allah. Itulah sebabnya Nuh memperoleh kasih karunia dari Allah. Kemudian Allah menghukum manusia yang penuh kejahatan dengan menghapuskannya dari muka bumi melalui air bah.


Sobat Teruna, sebagai ciptaan Allah yang mulia, kita perlu bersyukur karena diciptakan dengan amat baik. Syukur itu kita ungkapkan dengan cara tidak melakukan kejahatan dan justru taat kepada Allah. Marilah hidup berkenan kepada Allah meskipun kita berada di tengah-tengah tantangan godaan yang merayu untuk melakukan yang jahat. Dengan demikian, seperti Nuh, kita juga memperoleh kasih karunia dari Allah dan tidak mendapat hukuman. (ACTK)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Allah, tolong ajarkanlah aku untuk selalu taat kepada-Mu, mohon kuduskanlah hati dan perilakuku agar berkenan kepada-Mu.