HIDUP KITA SEPENUHNYA MILIK KRISTUS


Filipi 3 : 17-19


17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Jemaat di Filipi sedang dicengkram ajaran sesat. Yang memprihatinkan, hal itu justru diajarkan oleh beberapa orang dari jemaat di Filipi. Mendengar kondisi ini, Paulus menasihati jemaat di Filipi agar mereka tidak terpengaruh oleh ajaran yang menyesatkan itu. Paulus menyebut mereka yang menyesatkan jemaat sebagai seteru Kristus. Mereka memutlakkan Hukum Taurat dan sunat sebagai syarat keagamaan untuk mencapai keselamatan. Mereka juga memutuskan untuk meninggalkan Kristus dan menjadi binasa. Paulus menasihati jemaat di Filipi yang sedang mengalami konflik internal ini agar mereka tetap hidup dalam ajaran Kristus. Dengan demikian, mereka tetap mampu berdiri teguh dan tidak goyah dalam menjalani hidup ini. Mereka tidak ikut tenggelam dalam dukacita, tetapi senantiasa bersukacita dalam segala keadaan.


Sobat Teruna, perasaan sukacita harus terus dipelihara dan dilanjutkan dalam hidup ini. Khususnya, perasaan sukacita yang dijiwai oleh iman kepada Yesus Kristus yang memberikan kehidupan kepada kita. Mari mengenali lingkungan sekitar kita dengan baik. Berhati-hatilah terhadap sikap manis sesama kita. Karena penyesatan itu sering berasal dari lingkungan dan orang yang dekat dengan kita. Ketika seseorang dikhianati oleh orang-orang yang dekat dengannya, hidupnya sangat rentan terhadap berbagai kejahatan. Karena itu, setiap orang harus membentengi diri dengan kebenaran firman Tuhan agar dapat memilah hal yang baik maupun yang tidak baik.


Sobat Teruna ingatlah bahwa Allah-lah sumber hidup kita! Ketika hidup kita dikuasai oleh kuasa Tuhan Yesus, maka kondisi seburuk apa pun tidak akan mampu menjauhkan diri ini dari kasih-Nya. Hal tersebut justru mendorong kita untuk terus membenahi diri agar menjadi pribadi yang baik, tangguh, bertangguhjawab terhadap diri sendiri, Tuhan dan sesama. (EJRZ)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong sadarkanlah aku bahwa hidupku seutuhnya tergantung pada-Mu, bukan lingkungan maupun sesamaku.