top of page

“HOSANA BAGI ANAK DAUD!”


 

Matius 21 : 1-11


1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 2 dengan pesan: ”Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. 3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.” 4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: 5 ”Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” 6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. 7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesus pun naik ke atasnya. 8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. 9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: ”Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” 10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: ”Siapakah orang ini?” 11 Dan orang banyak itu menyahut: ”Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”



Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


 


Sobat Teruna, kita sering mendengar kata “hosanna.” Hosanna sering dianggap sebagai kata pujian seperti “Haleluya.” Padahal sebenarnya “hosanna” adalah kata permohonan meminta untuk diselamatkan. “Hosana” berasal dari kata Ibrani “yasha” yang berarti diselamatkan, dan “anna” yang bermakna memohon atau mengemis. Jika kedua kata tersebut digabungkan, maka menjadi “hosanna” yang mempunyai arti “tolong selamatkan kami.”


Bacaan Alkitab hari ini menceritakan perjalanan Yesus memasuki kota Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai betina yang dipinjamnya dari orang kampung sekitar (ayat 1-3). Peristiwa Yesus memasuki Yerusalem dengan menunggang keledai betina ini sudah dinubuatkan oleh para nabi dalam Kitab Zakharia 9:4-6. Yang unik di sini adalah Yesus yang menunggang keledai bukan kuda. Karena pada saat itu kuda memiliki kelas di atas keledai sebagai kendaraan para bangsawan. Hampir pada setiap kesempatan, Yesus lebih menunjukkan jati diri-Nya sebagai pribadi yang rendah hati. Namun demikian, Yesus tetap mendapatkan sambutan yang luar biasa. Orang-orang menghamparkan pakaian dan menyebarkan ranting pohon di jalan tempat Yesus lewat (ayat 8) sambil berseru “Hosana bagi Anak Daud,” yang artinya adalah “Selamatkan kami Ya Yesus Mesias anak Daud.”


Sobat Teruna, di masa prapaskah ini kita diingatkan kembali untuk selalu mengarahkan pandangan kepada Kristus yang adalah sumber pertolongan. Dialah Mesias, Sang Juruslamat dunia, satu-satunya Jalan yang membawa kita kepada keselamatan. Jika kita sedang mengalami kesulitan hidup saat ini karena tekanan dalam pergaulan, permasalahan ekonomi di tengah keluarga, dll., maka berserulah “Hosana!” (tolong selamatkan kami). Jika Yesus sanggup memberikan jaminan keselamatan, maka Sang Raja, penunggang keledai itu pasti juga mampu mengatasi segala kesulitan hidup kita. (VS)



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong aku untuk dapat mengimani bahwa Engkaulah Allah pembelaku dan perlindunganku dalam menghadapi badai kehidupan ini.

コメント


bottom of page