HUKUMAN ADALAH BENTUK JANJI ALLAH



 

Ratapan 3 : 1 – 7


1 Akulah orang yang melihat sengsara disebabkan cambuk murka-Nya. 2 Ia menghalau dan membawa aku ke dalam kegelapan yang tidak ada terangnya. 3 Sesungguhnya, aku dipukul-Nya berulang-ulang dengan tangan-Nya sepanjang hari. 4 Ia menyusutkan dagingku dan kulitku, tulang-tulangku dipatahkan-Nya. 5 Ia mendirikan tembok sekelilingku, mengelilingi aku dengan kesedihan dan kesusahan. 6 Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati. 7 Ia menutup segala jalan ke luar bagiku, Ia mengikat aku dengan rantai yang berat.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, kesaksian dari seseorang yang pernah mengalami sebuah peristiwa yang memilukan, pastinya akan lebih mudah menyentuh perasaan dari orang yang mendengarnya, bila dibandingkan dengan orang yang hanya menceritakan kembali sebuah kisah. Demikian pula dengan ratapan dan keluh kesah yang disampaikan oleh orang yang mengalaminya jauh lebih menyentuh.


Sobat Teruna, dalam bacaan Alkitab hari ini, Yeremia sebagai orang turut menyaksikan dan merasakan penderitaan yang dialami oleh umat Tuhan di Yerusalem mengutarakannya dalam ratapan yang lirih. Ratapan Yeremia mewakili apa yang dialami dan dirasakan oleh umatNya. keluhan karena tangan Tuhan yang menekan dirinya yang dilakukan secara berulang-ulang. Penderitaan yang dialami umatnya bagaikan sakit penyakit yang mendera tubuh mereka, menyusutkan daging dan kulit, tulang-tulang seperti dipatahkan. Peratap seperti terpenjara dalam kegelapan bagaikan berada di dunia orang yang sudah lama mati (ay 1 -7).


Sobat Teruna, gambaran penderitaan yang dialami Yerusalem tertuang dalam ratapan Yeremia. Mari membayangkan jika ada seorang yang sedang sakit parah, semua bagian tubuhnya terasa sakit tanpa terkecuali, lalu kemudian ia ditaruh dalam sebuah tempat yang gelap dan terasing dari siapapun. Apa yang bisa dilakukan dalam kondisi seperti itu? Seperti itulah yang dirasakan oleh umat Tuhan, Yerusalem. Penghukuman Allah nyata bagi mereka yang berlaku tidak setia.


Sobat Teruna, berita Firman Tuhan merangkul kita melalui pesan agar jangan sekali-kali kita melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, apa yang akan mendatangkan murka Allah atas kita. Ingatlah, bahwa Janji Tuhan bukan hanya untuk menyelamatkan mereka yang benar, tetapi juga memberi hukuman bagi kita yang bebal. Agar dari semuanya itu kita belajar memperbaiki diri. (BMD)



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Doa: Tuhan, ampuni kelemahanku sebagai anakMu. Jagalah aku agar tak melakukan yang jahat, sehingga jauhlah aku dari murkaMu. Amin "