top of page

JADILAH BERKAT: BERBUAT BAIK UNLIMITED


 

Matius 12:9-15a

9 Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka. 10 Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: ”Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?” Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia. 11 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: ”Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? 12 Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.” 13 Lalu kata Yesus kepada orang itu: ”Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain. 14 Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. 15a Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Kapan kita harus berbuat baik? Saat hati senang ataukah saat mendapat nilai baik di sekolah, atau mungkin saat hati sedang sukacita, atau pada saat ….? Silahkan Sobat Teruna jawab sendiri. Benar, dalam situasi apa pun berbuat baik tetap harus dilakukan. Namun bagaimana jika berbuat baik tidak boleh dilakukan pada waktu-waktu tertentu?


Orang Farisi menentang penyembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus pada hari Sabat. Mereka menilai bahwa menyembuhkan pada hari Sabat sama dengan bekerja. Menurut tradisi Yahudi dan ketetapan Hukum Taurat, pada hari Sabat dilarang untuk bekerja. Orang Farisi sangat teguh memegang prinsip ini, sekalipun dalam perilaku sehari-hari kenyataannya mereka tidak selalu menampakkan kesetiaan pada Hukum Taurat. Pertentangan pandangan ini dijawab Tuhan Yesus dengan perumpamaan seekor domba yang terjatuh dalam lobang pada hari Sabat. Pemilik domba tersebut pasti akan menangkap dan mengeluarkan domba dari lobang (ay.11). Demikian juga halnya dengan manusia yang lebih berharga dari domba. Jika membutuhkan pertolongan patutlah ditolong apa pun keadaannya. Itulah sebabnya Tuhan Yesus dengan tegas menyatakan untuk boleh berbuat baik pada hari Sabat (ay.12).


Sobat Teruna, Tuhan Yesus mengajarkan berbuat baik itu tidak ada batasnya. Artinya tidak ada larangan untuk melakukan kebaikan kapan dan di mana pun. Berbuat kebaikan tidak hanya kepada teman atau orang yang baik kepada kita. Kita wajib berbuat dan bertindak baik kepada siapa pun. Tuhan Yesus telah memberikan teladan bagi kita untuk selalu memerhatikan kesusahan orang lain. Maka berbuat baiklah pada sesama dan lingkungan di mana pun Sobat Teruna berada. Nyatakan kebaikan dalam setiap kehidupan tanpa batas, unlimilted. (LPH)




 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Doa: Tuhan, mampukan aku untuk selalu berbuat kebaikan bagi sesama.

Comments


bottom of page