JADILAH BERKAT: PEDULI BAGI SESAMA



 

Matius 15:29-31

29 Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ. 30 Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. 31 Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sembuh dari penyakit membuat kita bersukacita. Kita bersyukur karena terbebas dari penyakit yang diderita. Pengalaman yang pernah dialami terkait masa pandemi saat ini adalah ketika terpapar Covid-19. Bagi kita yang pernah mengalaminya, pasti ada rasa takut dan kuatir. Namun saat dinyatakan sembuh, pasti memberi sukacita dan bahagia.


Kehadiran Tuhan Yesus sudah dinantikan. Mereka yang menderita berbagai penyakit sangat mengharapkan kehadiran-Nya. Mereka mengharapkan kesembuhan. Tuhan Yesus pun menyembuhkan mereka. Mujizat kesembuhan melalui Tuhan Yesus membuat orang bisu dapat berkata-kata, orang lumpuh dapat berjalan dan orang buta dapat melihat. Yesus melakukan ini karena peduli pada penderitaan yang mereka alami. Tuhan Yesus menunjukan sikap kepedulian yang sungguh menyembuhkan. Jika tidak memiliki kepedulian, pasti kesembuhan itu tidak terjadi.


Kepedulian pada sesama adalah hal yang penting. Kita bisa hidup dalam kebersamaan karena ada rasa peduli. Kepedulian yang tidak terpusat pada diri sendiri, melainkan pada kebanyakan orang. Dari kepedulian yang seperti itu akan muncul tindakan untuk berbuat. Berbuat bagi orang lain yang membutuhkan tindakan kepedulian kita. Hidup ini akan menjadi indah jika satu sama lain ada rasa kepedulian. Tindakan apa yang dapat Sobat Teruna nyatakan sebagai bentuk kepedulian? Yuuukk, sebutkan di sini: ……………………………………………….. Tidak mudah untuk melakukannya. Kita harus membuka hati sehingga rasa peduli muncul dalam diri. Rasa peduli adalah karakter diri kita. Sikap yang mengikis rasa ego dan keangkuhan diri. Mari menjadi teruna yang peduli serta bertindak dan berbuat kebaikan. Mari memakai setiap talenta yang Tuhan berikan. Inilah yang Tuhan inginkan dari diri kita. Selamat memedulikan sesama. (LPH)



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Kristus yang baik, jadikan aku peka dan menolong terhadap penderitaan orang lain.