top of page

JANGAN CEPAT MENGHAKIMI!



 

Kisah Para Rasul 21 : 20-26

20 Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: ”Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat. 21 Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita. 22 Jadi bagaimana sekarang? Tentu mereka akan mendengar, bahwa engkau telah datang ke mari. 23 Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar. 24 Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat. 25 Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.” 26 Pada hari berikutnya Paulus membawa orang-orang itu serta dengan dia, dan ia mentahirkan diri bersama-sama dengan mereka, lalu masuk ke Bait Allah untuk memberitahukan, bilamana pentahiran akan selesai dan persembahan akan dipersembahkan untuk mereka masing-masing.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Pernahkah Sobat Teruna dicap buruk tentang sesuatu yang sebetulnya tidak pernah dilakukan? Misalnya ketika mendapat nilai ujian terbaik, tetapi kemudian muncul tuduhan bahwa Sobat Teruna menyontek? Apakah Sobat Teruna merasa senang dituduh demikian? Tentu Sobat Teruna merasa sedih karena dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan. Sebenarnya bukan Sobat Teruna saja yang bersedih ketika mendapat tuduhan yang tak berdasar. Semua orang pun bersedih jika dituduh ataupun dihakimi. Sebab itu, hendaklah kita jangan cepat menghakimi tanpa terlebih dahulu mencari tahu persoalan sebenarnya.


Dalam bacaan Alkitab pada saat ini dikisahkan bagaimana Rasul Paulus menjumpai para rasul lainnya dan melaporkan pertumbuhan pengikut Yesus di antara bangsa-bangsa lain. Para rasul menyambut gembira berita tersebut. Di sisi lain, para rasul menanyakan kebenaran tentang ‘kabar burung’ yang mereka dengar bahwa Rasul Paulus mengajar bangsa-bangsa lain untuk menolak hukum Taurat. Para Rasul memberi kesempatan bagi Rasul Paulus untuk menanggapi informasi yang belum pasti itu. Terhadap informasi itu, Rasul Paulus pun menjawab tuduhan itu dengan mengikuti saran para Rasul melakukan proses pentahiran diri. Melalui proses pentahiran itu, Rasul Paulus membuktikan bahwa di dalam karya pemberitaan Injil tentang Yesus Kristus, dirinya tidak membuang prinsip hukum Taurat. Dengan demikian, runtuhlah fitnah yang dialamatkan kepada Rasul Paulus.


Sobat Teruna, kita pun diajak untuk berhati-hati dalam menilai sebuah informasi. Terlebih, dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam, kita perlu menyimak benar-benar sebuah informasi. Maksudnya agar tidak menimbulkan ketersinggungan dan fitnah kepada orang lain tanpa kita sadari. Kita perlu berhikmat dalam menangkap dan memahami sebuah berita serta menahan diri dari menyebar hoaks (informasi bohong). (SLSH)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Bapa, mohon karuniakanlah hikmat-Mu agar anak-Mu dimampukan untuk cepat memahami, namun lambat dalam menghakimi.

bottom of page