JANGAN DISKRIMINATIF



Kisah Para Rasul 17 : 1-9

1 Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi. 2 Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. 3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: ”Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu.” 4 Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka.

5 Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan dibantu oleh beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat. 6 Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: ”Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari, 7 dan Yason menerima mereka menumpang di rumahnya. Mereka semua bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan, bahwa ada seorang raja lain, yaitu Yesus.” 8 Ketika orang banyak dan pembesar-pembesar kota mendengar semuanya itu, mereka menjadi gelisah. 9 Tetapi setelah mereka mendapat jaminan dari Yason dan dari saudara-saudara lain, mereka pun dilepaskan.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


Fang Yin adalah seorang remaja putri keturunan Tionghoa dan beragama Konghucu. Ia sering diejek di lingkungannya karena dia berbeda dari yang lain. Ada yang mengejek matanya yang sipit. Ada yang mengejek kepercayaannya. Bahkan ada yang menghasut yang lain untuk tidak berkawan dengan Fang Yin karena ia makan makanan dari bahan daging babi. Apa yang dialami Fang Yin disebut sebagai pengalaman diskriminatif. Adapun yang disebut diskriminasi adalah tindakan merendahkan mereka yang berbeda berdasarkan prasangka kelompok yang lebih besar. Jika menjadi Fang Yin, tentu kita bisa merasakan betapa tidak enaknya mengalami pengalaman diskriminatif.


Sobat Teruna, bacaan alkitab hari ini menceritakan tentang tindakan diskriminatif yang dialami oleh Rasul Paulus. Pengajaran Rasul Paulus bahwa Yesus adalah Mesias, dianggap sebagai pengajaran yang berbeda dengan pemahaman Yahudi. Ketika beberapa orang menjadi percaya kepada Yesus Kristus bahkan sejumlah besar orang Yunani juga, termasuk perempuan-perempuan terkemuka di kota Tesalonika, orang-orang Yahudi menjadi iri hati. Dikendalikan iri hati, mereka berusaha menghambat persekutuan pengikut Yesus dengan menghasut petualang-petualang di pasar. Mereka berupaya menangkap Rasul Paulus dan Silas. Mereka bahkan memfitnah Rasul Paulus. Mereka menuduhnya bahwa Yesus adalah seorang raja lain yang merongrong kewibawaan Kaisar. Dengan fitnahan itu, orang-orang Yahudi berharap, Rasul Paulus dan Silas akan dihukum, sehingga hancurlah persekutuan pengikut Kristus di kota Tesalonika.


Sobat Teruna, tindakan diskriminatif sesungguhnya bukanlah perbuatan yang baik. Tindakan diskriminatif membuat orang yang didiskreditkan menjadi menderita. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Jadi, mari kita belajar saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada dan bersama-sama menolak sikap diskriminatif. (SLSH)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, mohonmampukan aku untuk tidak bersikap merendahkan mereka yang berbeda dengan diriku, tetapi menghargai dan menghormati perbedaan yang ada dalam bingkaicinta kasih-Mu.