top of page

JANGAN HANYA JADI FOLLOWERS



 

Yohanes 10:22-30

22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, 26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. 30 Aku dan Bapa adalah satu."

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, saat ini jumlah followers pada akun media sosial sepertinya sangatlah penting. Harapan terbesarnya adalah followers akan mengagumi apa yang di-posting oleh pemilik akun. Namun kenyataannya ada pula followers yang suka memberi komentar nyinyir/mengejek. Demikian juga yang dialami oleh Tuhan Yesus dalam pelayanan-Nya. Tuhan Yesus dalam pelayanan-Nya membuat banyak orang menyaksikan berbagai karya mujizat, seperti; menyembuhkan orang sakit, orang lumpu berjalan, orang buta melihat bahkan membangkitkan orang mati. Namun di antara mereka, ada yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah. Kata mereka kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” (Yoh 10:24). Tampaknya mereka masih ragu dan bimbang, walaupun karya besar telah Ia lakukan, yang tidak dapat dilakukan manusia biasa. Dalam hal ini Tuhan Yesus hendak menunjukkan bahwa Dia adalah Sang Anak dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30).


Sobat Teruna, sebelum kita memeringati Jumat Agung, ada tradisi gerejawi yang dirayakan disebut Minggu Palma. Minggu Palma merupakan peristiwa iman karena menjadi awal dari pekan suci atas penyataan Yesus Kristus sebagai Mesias dan Juruselamat dunia ini. Hal ini menjadi bukti bahwa hanya Sang Anak bersama Bapa yang dapat melakukan karya keselamatan tersebut.


Tidak mudah menjadi murid Tuhan Yesus, sebab orang akan mengejek bahkan menjauhi kita. Namun apa pun tantangan dan pergumulan hidup, haruslah iman kita hanya terarah kepada Yesus Kristus. Percayalah, Ia selalu siap memberikan pertolongan melalui karya-Nya yang hebat dan ajaib. Jangan ragu dan bimbang, sebab hal ini bisa manjadi penghalang bagi kita dalam menerima dan meneruskan karya-Nya. (BMD)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan, ajarkan aku untuk memercayakan seluruh hidupku kepadaMu agar karya keselamatan yang telah Engkau kerjakan tidak menjadi sia-sia.

bottom of page