JANGAN MENGABAIKAN KUASA TUHAN YESUS


Yohanes 6: 1-9


1 Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. 2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. 3 Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. 4 Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. 5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: ”Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” 6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. 7 Jawab Filipus kepada-Nya: ”Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” 8 Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: 9 ”Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Anton lupa membawa bekal makan siang ke sekolah. Ia tidak mempunyai uang dan mulai merasa lapar. Ia bingung harus berbuat apa. Ia mengingat perkataan ayahnya untuk selalu berdoa kepada Tuhan, khususnya saat dalam kesulitan. Setelah Anton berdoa, sahabatnya bertanya, mengapa dia tidak makan siang. Lalu Anton menceritakan keadaannya. Sahabatnya kemudian menawarkannya untuk makan siang bersama. Tuhan mendengarkan doa Anton.


Sobat Teruna, pengalaman Anton mungkin pernah kita alami juga. Saat berada di tengah kesulitan, kita merasa kebingungan. Perasaan itu bisa mengakibatkan kita kehilangan keyakinan kepada Tuhan. Keadaan sulit yang kita hadapi adalah suatu tantangan iman. Yohanes 6:1-9 menceritakan tentang bagaimana para murid menghadapi kesulitan untuk memberi makan kepada orang-orang yang mengikuti Yesus. Dalam ayat 6, Tuhan Yesus bertanya kepada Filipus untuk ‘mencobainya.’ Maksudnya ialah ingin mengetahui bagaimana kedalaman iman Filipus terhadap kuasa Tuhan Yesus. Dalam ayat 7, Filipus menjawab dengan logika saja dan lupa (mengabaikan) akan kekuasaan Tuhan Yesus.


Sobat Teruna, sikap seperti Filipus seringkali ada pada diri kita sebagai manusia. Saat dalam kesulitan, kita langsung berpikir secara logika bagaimana menghadapinya. Kita mengukur kesulitan dengan kemampuan diri yang terbatas sebagai manusia. Kita kadang abai akan kehadiran Tuhan Yesus bahkan melupakan (mengesampingkan) kuasa-Nya yang tak terbatas. Itu bukanlah sikap pengikut Tuhan Yesus. Saat kita berhadapan dengan kesulitan ingatlah bahwa Tuhan Yesus selalu ada. Ia dapat kita andalkan dalam mengatasi segala jenis persoalan. Pertanyaannya, apakah kita mau mengakui kehadiran dan kuasa-Nya serta dengan rendah hati juga iman yang teguh memohon pertolongan-Nya? Tuhan Yesus mengajarkan, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu” (Matius 7:7). (BAI)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong ajarlah aku untuk hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Mohon berilah aku kekuatan, agar hatiku tidak ragu akan kehadiran, kuasa dan kasih-Mu, Tuhan Yesus.